SEMARANG, ifakta.co – Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Rombel 2 Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar rangkaian kegiatan Projek Kepemimpinan sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan pelestarian lingkungan. Dua kegiatan utama yang dilaksanakan meliputi penanaman bibit mangrove di kawasan pesisir dan sosialisasi keselamatan bencana kepada siswa sekolah dasar.
Penanaman 700 Bibit Mangrove di Pantai Mangunharjo
Kegiatan pertama berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026, di Pantai Mangunharjo, Kota Semarang. Dalam kegiatan ini, mahasiswa PPG PJOK Rombel 2 UNNES bersama pihak terkait menanam sebanyak 700 bibit mangrove di sepanjang garis pantai.
Aksi ini digagas sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian lingkungan pesisir sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ekosistem mangrove dalam menjaga kawasan pantai. Penanaman bibit dalam jumlah besar tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi jangka panjang terhadap pelestarian ekosistem pesisir sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat sekitar terhadap lingkungan.
Iklan
Sosialisasi Keselamatan Bencana di SDN Mangkang Wetan 01

Beberapa hari berselang, tepatnya pada Kamis, 3 September 2026, mahasiswa PPG PJOK Rombel 2 UNNES kembali melaksanakan kegiatan sosial dengan menyasar dunia pendidikan. Bertempat di SDN Mangkang Wetan 01, Kota Semarang, mereka mengadakan sosialisasi keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana bagi para peserta didik.
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan pemahaman siswa mengenai pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Materi disampaikan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik anak-anak sekolah dasar, sehingga mereka dapat memahami langkah-langkah sederhana yang perlu dilakukan sebelum, saat, maupun setelah bencana terjadi.
Wujud Kepemimpinan dan Kontribusi Nyata Mahasiswa
Kedua kegiatan tersebut merupakan bagian dari Projek Kepemimpinan Mahasiswa PPG PJOK Rombel 2 UNNES yang berorientasi pada pengembangan karakter kepemimpinan, kepedulian terhadap lingkungan, tanggung jawab sosial, serta kontribusi nyata kepada masyarakat.
Melalui aksi penanaman mangrove dan edukasi kebencanaan ini, mahasiswa calon guru PJOK tersebut menunjukkan bahwa peran kepemimpinan tidak hanya terbatas di ruang kelas, tetapi juga dapat diwujudkan melalui aksi konkret bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
(ris/lex)


