JAKARTA, ifakta.co – Anggota Komisi V DPR RI Syahrul Aidi Maazat dan Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief mendorong mahasiswa mulai membangun kemandirian ekonomi sejak masih berada di bangku kuliah.

Pesan tersebut disampaikan dalam Summit Event Legislative DPM Universitas Riau (UNRI) di Pekanbaru, Riau, Sabtu (19/9). Kegiatan tersebut mengangkat tema Peran Legislator Memperkuat UMKM, Mendorong Konektivitas Pembangunan Daerah Tertinggal dan Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Nasional.

Syahrul Aidi mengatakan mahasiswa perlu mulai membangun kemandirian sejak berada di lingkungan kampus. Menurut dia, upaya mendorong kemandirian ekonomi perlu dimulai dari diri sendiri.

Iklan

“Bagaimana kita bisa berbicara tentang kemandirian kalau kita sendiri belum mandiri?” kata Syahrul dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Ia juga menyoroti sistem pendidikan yang dinilainya masih banyak mengarahkan mahasiswa untuk menjadi pencari kerja. Menurut Syahrul, pendidikan perlu memberikan ruang lebih besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan menciptakan lapangan pekerjaan.

“Kurikulum pendidikan kita belum sepenuhnya membentuk kemandirian. Kita lebih banyak dipersiapkan untuk bekerja dengan orang lain,” ujarnya.

Syahrul mengaitkan persoalan tersebut dengan pertumbuhan jumlah lulusan perguruan tinggi. Di sisi lain, pertumbuhan lapangan pekerjaan tidak selalu berjalan sebanding dengan bertambahnya jumlah sarjana.

“Setiap tahun jumlah sarjana bertambah, tetapi pengangguran juga meningkat. Salah satu persoalannya karena pertumbuhan lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah lulusan,” katanya.

Menurut Syahrul, pendidikan juga perlu membekali mahasiswa dengan kemampuan menghadapi persoalan nyata. Ia menilai proses pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan menyelesaikan soal ujian.

“Kurikulum kita banyak dipersiapkan untuk menjawab soal ujian, tetapi belum cukup dipersiapkan untuk menghadapi soal kehidupan,” katanya menegaskan.

Karena itu, Syahrul mendorong mahasiswa mulai mencoba membangun usaha sejak kuliah. Ia mengatakan dirinya menemukan sejumlah orang yang telah merintis usaha ketika masih berstatus mahasiswa.

“Saya banyak menemukan orang-orang sukses yang memulai usahanya sejak masih kuliah. Karena itu, jangan takut untuk memulai,” ujarnya.

Selain membangun usaha, Syahrul mengajak mahasiswa mengambil peran sebagai penghubung antara kelompok masyarakat yang memiliki sumber daya dan pihak yang membutuhkan akses terhadap sumber daya tersebut.

“Coba pertemukan orang-orang yang memiliki sumber daya dengan mereka yang membutuhkan. Di situlah mahasiswa bisa mengambil peran,” katanya.

Sementara itu, Hendry Munief menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan bagi kelompok usaha. Menurutnya, aspek tersebut perlu diperhatikan, terutama oleh mahasiswa dan masyarakat yang baru merintis usaha.

Hendry mengatakan kelembagaan dapat membantu kelompok usaha memperoleh pembinaan dan pendampingan. Selain itu, keberadaan kelembagaan juga dapat mempermudah akses terhadap berbagai program pemerintah.

“Apalagi bagi usaha yang baru mulai. Dengan kelembagaan, akan memudahkan pembinaan oleh pemerintah,” kata Hendry Munief.

Ia juga menilai kontribusi terhadap pembangunan bangsa tidak harus menunggu seseorang memiliki usaha besar, modal besar, atau posisi tertentu.

“Apa peran kita dalam membangun bangsa? Itu diawali dengan kemandirian kita, mari manfaatkan momentum. Berikan kontribusi. Berikan apa yang bisa kita berikan,” tuturnya.

Karena itu, Hendry mengajak mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan untuk meningkatkan kapasitas diri. Pada saat yang sama, mahasiswa dapat mulai memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Hendry juga mendorong mahasiswa yang ingin memulai bisnis agar tidak menunggu sampai seluruh kondisi dianggap ideal. Menurutnya, langkah awal dapat dimulai dari kemampuan dan sumber daya yang sudah dimiliki.

“Memulai bisnis, start from zero, start from now. Mulai dari apa yang kita miliki. Bisa keahlian, keberanian hingga kemampuan berkomunikasi dengan berbagai pihak,” katanya.

Ia menilai mahasiswa memiliki sejumlah modal awal yang dapat dikembangkan untuk memulai usaha. Modal tersebut antara lain pengetahuan, jaringan pertemanan, kemampuan berkomunikasi, serta keberanian untuk mencoba.

Pesan Syahrul Aidi dan Hendry Munief disampaikan dalam rangkaian Summit Event Legislative DPM UNRI. Dalam kegiatan tersebut, kemandirian mahasiswa dibahas tidak hanya dari sisi kemampuan memperoleh pendapatan.

Kemandirian juga dikaitkan dengan keberanian menciptakan peluang, mengembangkan usaha, membangun kapasitas diri, serta mengambil peran dalam menjawab persoalan ekonomi di tengah masyarakat.

(sib/lex)

Iklan