JAKARTA, ifakta.co – Perumda Pasar Jaya menyiapkan empat lokasi untuk menampung 613 pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di bahu jalan sekitar Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.

Penataan 613 PKL Kramat Jati tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo. Pemerintah meminta para pedagang yang berjualan di luar area Pasar Kramat Jati dipindahkan karena aktivitas mereka dinilai dapat mengganggu arus lalu lintas.

Kepala Divisi Operasional Pasar Wilayah II Perumda Pasar Jaya, Yohanes Daramonsidi, mengatakan penempatan para pedagang telah dibahas bersama Pemerintah Kota Jakarta Timur.

Iklan

“Kami telah melaksanakan rapat dengan Wali Kota Jakarta Timur (Munjirin) terkait pedagang ikan dan PKL di Kramat Jati. Pasar Jaya hanya men-support (mendukung). Penempatan pun sudah dirapatkan dan sudah diputuskan ada empat lokasi,” kata Yohanes saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Langkah relokasi PKL Kramat Jati juga dilakukan setelah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang pelajar bernama Hammamshidqi Hammamut (18) pada Senin (17/8).

“Ini sebagai bagian dari penataan kawasan agar kegiatan perdagangan tidak mengganggu fasilitas umum,” ujar Yohanes.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Wali Kota Jakarta Timur, sebanyak 613 PKL tersebut akan didistribusikan ke empat lokasi yang telah disiapkan.

Empat lokasi penampungan itu terdiri atas lokasi sementara atau loksem Cililitan, loksem Jalan Nusa Indah di Ciracas, lokasi binaan atau Lokbin Kramat Jati, serta Pasar Kramat Jati.

Yohanes mengatakan pembagian lokasi tersebut masih akan difinalisasi melalui pertemuan bersama perwakilan para pedagang.

“Karena keseluruhan PKL di sepanjang Jalan Raya Bogor ada 613 PKL, mulai dari buah, sayur, kue, kopi, soto, dan lainnya,” ucap Yohanes.

Selain menyiapkan lokasi sementara dan lokasi binaan, Perumda Pasar Jaya juga membuka ruang di dalam Pasar Kramat Jati untuk menampung sebagian pedagang sesuai kapasitas yang tersedia.

Khusus di Pasar Kramat Jati, Pasar Jaya menyiapkan ruang bagi 282 pedagang. Penempatan akan disesuaikan dengan ketersediaan kios, los, maupun area khusus PKL.

Sebanyak 282 pedagang tersebut terdiri atas penjual berbagai komoditas, mulai dari daging ayam, sayuran, buah, kue hingga kopi.

Yohanes berharap penataan 613 PKL Kramat Jati dapat menciptakan kawasan yang lebih tertib. Selain itu, kebijakan tersebut diharapkan mampu mengurangi kemacetan serta mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di kawasan Jalan Raya Bogor dan sekitar Pasar Kramat Jati.

(yes/fza)

Iklan