NGANJUK, ifakta.coTragedi maut terjadi di area proyek PT Sreeya Sewu Indonesia di Dusun Sambirobyong, Desa Bendungrejo, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (18/8/2026) sore.

Seorang pelajar berusia 14 tahun berinisial RGP meninggal dunia setelah terlindas alat berat jenis Doser D85 yang terparkir di area proyek perusahaan tersebut.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat kejadian, korban bersama dua rekannya, Sahri (15) dan Kepin (14), masuk ke area proyek PT Sreeya Sewu Indonesia dan mendekati alat berat yang sedang tidak beroperasi.

Iklan

Menurut keterangan warga sekitar, mesin doser dalam kondisi mati dan terparkir di lahan yang memiliki medan miring. Ketiga remaja tersebut kemudian bermain di sekitar alat berat.

“Sahri dan Kepin bermain di dalam kabin doser, sedangkan korban berada di bawah area alat berat tersebut. Saat itu kondisi lokasi sepi karena jam kerja operasional sudah selesai,” ujar salah satu warga yang datang ke lokasi setelah mendengar teriakan.

Situasi berubah menjadi tragedi ketika Kepin diduga mengotak-atik lubang kunci kontak alat berat menggunakan kunci sepeda motor yang dibawanya.

Tanpa diduga, mesin doser tiba-tiba menyala. Alat berat tersebut kemudian bergerak meluncur mengikuti kondisi lahan yang miring.

Saat itu, korban RGP berada di jalur pergerakan doser sehingga tubuhnya terlindas alat berat tersebut.

Sahri yang melihat kejadian tersebut langsung panik dan berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar kemudian berdatangan menuju lokasi untuk membantu korban.

“Saksi Sahri langsung berteriak histeris meminta tolong. Warga kemudian berhamburan menuju lokasi,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya.

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat Desa Bendungrejo, Polsek Berbek, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa Koramil 0810/04 Berbek sekitar pukul 17.30 WIB.

Tim gabungan bersama petugas medis dari Puskesmas Berbek tiba di lokasi sekitar pukul 17.45 WIB. Petugas langsung melakukan evakuasi terhadap korban yang berada di bawah alat berat.

Namun, upaya pertolongan tidak dapat menyelamatkan nyawa korban. Pemeriksaan awal petugas medis memastikan RGP telah meninggal dunia akibat luka berat yang dialaminya.

“Korban sudah dalam keadaan meninggal dunia saat berhasil dievakuasi dari bawah alat berat,” terang petugas kesehatan Puskesmas Berbek.

Proses evakuasi berlangsung dramatis dengan bantuan warga sekitar. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Nganjuk sekitar pukul 20.30 WIB untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

Peristiwa yang terjadi di area proyek PT Sreeya Sewu Indonesia tersebut kini menjadi perhatian aparat penegak hukum. Polsek Berbek melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti kronologi serta faktor yang menyebabkan alat berat dapat bergerak hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Aparat juga akan mendalami aspek keselamatan dan pengamanan area proyek, termasuk bagaimana anak-anak tersebut dapat masuk ke lokasi dan berada di sekitar alat berat.

Hingga berita ini ditulis, penyelidikan masih berlangsung. Pihak berwenang juga akan mengumpulkan keterangan dari para saksi dan pihak terkait untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan bocah 14 tahun tewas terlindas doser di proyek PT Sreeya Sewu Nganjuk.

(may/may)

Iklan