BANYUMAS, ifakta.co – Proses ekshumasi jenazah Sutrimo di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, rampung pada Rabu (12/8). Tim kemudian menyerahkan kembali jenazah kepada keluarga untuk menjalani pemakaman ulang.
Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mengatakan seluruh rangkaian ekshumasi selesai sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah itu, ia menerima jenazah sebagai perwakilan keluarga.
“Intinya hari ini proses ekshumasi sudah selesai. Sudah ada serah terima dari tim ekshumasi kepada keluarga yang diwakili saya, kemudian jenazah sudah dikuburkan kembali seperti sedia kala,” kata Aan.
Iklan
Warga kemudian menggelar doa bersama di rumah almarhum. Kegiatan tersebut berlangsung setelah keluarga kembali memakamkan jenazah Sutrimo.
Aan menjelaskan keluarga inti Sutrimo tidak hadir secara langsung saat tim melakukan ekshumasi. Keluarga sebelumnya telah menyepakati agar Aan mewakili mereka selama proses tersebut.
“Memang dari kemarin sudah disepakati agar diwakili saya saja,” ujarnya.
Menurut Aan, keputusan itu tidak berkaitan dengan ancaman dari pihak tertentu. Ia memastikan keluarga Sutrimo tidak pernah menerima ancaman selama menghadapi proses tersebut.
“Sama sekali tidak ada. Alhamdulillah dari dulu sampai sekarang pun tidak ada ancaman. Semoga ke depan juga tidak ada ancaman,” katanya.
Keluarga Pilih Jalani Masa Berkabung Secara Privat
Aan menyebut keluarga Sutrimo memiliki karakter tertutup. Karena itu, mereka memilih menjalani masa berkabung secara pribadi dan membatasi interaksi dengan banyak orang.
Kondisi tersebut turut memengaruhi keputusan keluarga untuk tidak menyaksikan ekshumasi secara langsung. Keluarga khawatir salah menyampaikan sesuatu ketika menghadapi situasi yang penuh tekanan.
“Ini keluarga kan introvert semuanya. Mereka takut salah ngomong, takut salah ini. Jadi sebenarnya tidak ada sama sekali alasan ketakutan atau apa,” jelasnya.
Selain itu, keluarga kini merasa lebih tenang setelah Polresta Banyumas memberikan pengamanan. Petugas juga memasang kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi rumah keluarga.
Aan mengatakan keluarga tidak membutuhkan perhatian berlebihan. Mereka hanya ingin menjalani kehidupan sehari-hari dengan tenang setelah kehilangan Sutrimo.
“Kalau rasa aman sudah aman. Mereka itu cuma ingin hidup nyaman, tidak mau ketemu orang. Itu saja,” ujarnya.
Kondisi ibu Sutrimo juga menjadi pertimbangan keluarga. Aan mengatakan ibu almarhum masih menjalani masa berkabung dan belum sepenuhnya pulih secara emosional.
“Ibu itu masa berkabung untuk dirinya sendiri belum selesai,” katanya.
Karena itu, keluarga memilih tidak memaksakan kehadiran ibu Sutrimo saat proses ekshumasi maupun pemakaman ulang. Aan menilai kondisi emosional keluarga perlu mendapat ruang agar mereka dapat menjalani proses kehilangan secara perlahan.
Aan juga menceritakan kondisi anggota keluarga bernama Anis. Sebelumnya, Anis sempat berbicara dengan dokter forensik mengenai riwayat kesehatan Sutrimo.
Setelah pembicaraan tersebut, kondisi Anis menurun. Ia merasa lemas sehingga tidak mampu datang ke lokasi pemakaman.
(naf/lex)



