JAKARTA, ifakta.co – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan warna baru melalui Autopsy Dead Body Can Talk, film bergenre psychological thriller yang mengangkat dunia forensik sebagai pusat cerita. Berbeda dari film kriminal pada umumnya, film ini mengajak penonton mengikuti proses pengungkapan kasus kematian melalui pemeriksaan ilmiah.
Film produksi Karya Kreatif Utama ini berada di bawah arahan sutradara Ozan Ruz dengan naskah karya M. Nurman Wardi. Selain menyuguhkan investigasi yang menegangkan, film tersebut juga terinspirasi dari kisah nyata dokter forensik Dr. Sumy Hastry Purwanti.
Sinopsis Autopsy Dead Body Can Talk
Cerita berpusat pada Hastry, seorang dokter forensik yang mengabdikan hidupnya untuk mengungkap penyebab kematian melalui ilmu pengetahuan. Baginya, setiap jenazah menyimpan cerita yang belum selesai dan setiap luka memiliki jejak yang dapat mengarahkan penyidik kepada fakta.
Iklan
Dalam kesehariannya, Hastry terbiasa bekerja berdasarkan bukti ilmiah. Ia memeriksa setiap detail dengan teliti karena percaya bahwa tubuh manusia tidak pernah berbohong. Ketika para saksi memilih bungkam dan pelaku berusaha menghilangkan jejak, hasil otopsi justru menjadi petunjuk paling berharga.
Namun, perjalanan Hastry tidak selalu berjalan mudah. Saat menangani serangkaian kematian misterius, ia mulai mengalami firasat dan kepekaan yang sulit dijelaskan oleh logika. Perasaan tersebut sering muncul ketika ia memeriksa tubuh korban, seolah ada pesan yang ingin tersampaikan melalui setiap bekas luka.
Di sisi lain, Hastry tetap berusaha menjaga profesionalismenya sebagai dokter forensik. Ia tidak ingin membiarkan intuisi mengalahkan fakta. Karena itu, setiap dugaan harus tetap memperoleh pembuktian melalui ilmu pengetahuan dan hasil investigasi.
Konflik semakin berkembang ketika berbagai kasus mulai saling berkaitan. Bukti yang ditemukan sering kali bertentangan dengan keterangan para saksi maupun dugaan awal penyidik. Kondisi tersebut membuat Hastry harus bekerja lebih cermat agar kebenaran tidak tertutup oleh manipulasi.
Tekanan juga datang dari lingkungan sekitar. Sebagian penyidik hanya mempercayai bukti ilmiah, sedangkan pengalaman batin Hastry membuat beberapa orang mulai meragukan objektivitasnya. Situasi itu ikut memengaruhi kehidupan pribadi dan keluarganya karena beban pekerjaan terus menghantui pikirannya.
Meski menghadapi berbagai keraguan, Hastry tetap melanjutkan penyelidikan. Ia berusaha membuktikan bahwa ilmu forensik dan suara hati tidak selalu bertentangan. Sebaliknya, keduanya dapat berjalan beriringan untuk mengungkap fakta yang selama ini tersembunyi.
Semakin dekat dengan jawaban, semakin besar pula risiko yang harus dihadapi. Berbagai rahasia perlahan terungkap dan membawa Hastry pada kenyataan bahwa setiap kematian menyimpan cerita yang jauh lebih rumit daripada dugaan awal.
Melalui alur investigasi yang penuh ketegangan, film ini menghadirkan kisah tentang pencarian keadilan bagi mereka yang tidak lagi mampu berbicara. Tubuh korban menjadi saksi terakhir yang terus menyampaikan kebenaran, sementara Hastry berusaha menerjemahkan setiap petunjuk demi mengungkap fakta di balik kematian.
Pemeran Autopsy Dead Body Can Talk
Film ini menghadirkan sejumlah aktor dan aktris Indonesia, yaitu:
- Masayu Anastasia sebagai Hastry
- Ge Pamungkas
- Riyuka Bunga
- Teuku Rifnu
- Samuel Rizal
- Indra Frimawan
- Abdurrahman Arif
- Zidni Hakim
- Nagra Pakusadewo
- Andrew Suleiman
Jadwal Tayang
Film Autopsy Dead Body Can Talk akan tayang di bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.
(naf/lex)



