JAKARTA, ifakta.co – Tim Gabungan Subdirektorat III Tahbang/Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya berhasil menangkap seorang pria berinisial RD alias D (25) yang diduga menjadi pelaku pembunuhan disertai pencurian dengan kekerasan terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial ATP di Kabupaten Tangerang, Banten.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan pelaku ditangkap pada Selasa (14/7) dini hari di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.
“Tersangka diamankan pada Selasa dini hari pukul 00.30 WIB di sebuah rumah kontrakan di Jalan Bunderan Kamal, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara,” kata Budi dalam keterangannya, Selasa.
Iklan
Hingga kini, kepolisian belum mengungkap secara rinci kronologi penangkapan maupun motif pelaku melakukan aksi pembunuhan dan pencurian tersebut.
Korban Tewas Saat Beristirahat di Basecamp Ojol
Sebelumnya, Polres Metro Tangerang Kota menyelidiki kasus pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan seorang pengemudi ojol meninggal dunia di kawasan Perumahan Vila Taman Bandara, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (12/7) sekitar pukul 03.50 WIB ketika korban sedang berada di pangkalan atau basecamp pengemudi ojol.
“Peristiwa itu merupakan kasus pencurian dengan kekerasan. Korban berinisial ATP yang merupakan seorang pengemudi ojek daring meninggal dunia di lokasi kejadian,” kata Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota AKP Iwan Heristiawan.
Berdasarkan hasil penyelidikan, korban meninggal dunia akibat mengalami luka tusuk di bagian leher.
Selain menghilangkan nyawa korban, pelaku juga membawa kabur satu unit sepeda motor Honda PCX serta sebuah telepon genggam milik korban.
Rekan Korban Sempat Mengejar Pelaku
Iwan menjelaskan, peristiwa bermula ketika rekan korban meninggalkan lokasi untuk mengantar penumpang.
“Saksi meninggalkan korban yang saat itu tengah tertidur di pangkalan ojol tersebut,” ujarnya.
Saat kembali ke lokasi, saksi melihat sepeda motor milik korban sedang dikendarai oleh orang tidak dikenal. Saksi kemudian berusaha mengejar pelaku hingga ke wilayah Kamal, Jakarta Utara, namun kehilangan jejak.
“Setelah kehilangan jejak pelaku, rekan korban mendapat telepon dari seorang karyawan toko martabak yang mengabarkan bahwa kondisi korban sudah bersimbah darah,” ucap Iwan.
Usai menerima informasi tersebut, saksi kembali ke lokasi kejadian dan mendapati korban telah tergeletak bersimbah darah. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengevakuasi jenazah korban untuk proses lebih lanjut.
Dengan tertangkapnya RD alias D, penyidik kini masih melakukan pemeriksaan intensif guna mengungkap motif pelaku, melengkapi alat bukti, serta mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus pembunuhan disertai pencurian dengan kekerasan tersebut.
(cin/lex)



