BRASILIA, ifakta.co – Hakim Mahkamah Agung Brasil, Alexandre de Moraes, pada Senin menjatuhkan larangan kepada Senator Flavio Bolsonaro untuk mengunjungi ayahnya, mantan Presiden Jair Bolsonaro, selama 90 hari. Keputusan itu diambil setelah hakim menilai telah terjadi pelanggaran terhadap ketentuan tahanan rumah yang diberlakukan kepada mantan kepala negara tersebut.

Larangan tersebut berlaku hingga setelah putaran pertama pemilihan presiden yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober. Kebijakan ini diperkirakan dapat memengaruhi aktivitas politik Flavio Bolsonaro yang disebut-sebut menjadi salah satu kandidat dalam kontestasi melawan Presiden Luiz Inácio Lula da Silva. Jika tidak ada kandidat yang meraih mayoritas suara, putaran kedua dijadwalkan digelar pada 25 Oktober mendatang.

Iklan

Dalam putusannya, Alexandre de Moraes menyatakan Flavio Bolsonaro melanggar aturan tahanan rumah setelah mengunggah di media sosial sebuah surat yang ditulis oleh Jair Bolsonaro pada akhir pekan lalu.
Sesuai ketentuan tahanan rumah, Jair Bolsonaro dilarang menggunakan media sosial, telepon genggam, maupun perangkat komunikasi lainnya, baik secara langsung maupun melalui perantara.

Hakim menilai penyebaran surat tersebut melalui akun media sosial putranya merupakan bentuk pelanggaran terhadap pembatasan yang telah ditetapkan pengadilan.
Surat tersebut muncul di tengah memanasnya hubungan internal keluarga Bolsonaro, khususnya antara Flavio Bolsonaro dan ibu tirinya, mantan Ibu Negara Michelle Bolsonaro.

Dalam surat itu, Jair Bolsonaro menyerukan rekonsiliasi dengan meminta seluruh pihak “mengesampingkan segala perbedaan” dan berkomitmen menjaga persatuan di tengah dinamika politik yang berkembang.

Keputusan Mahkamah Agung ini menambah tekanan terhadap keluarga Bolsonaro yang masih menghadapi berbagai persoalan hukum dan politik menjelang pemilihan presiden Brasil.

Di sisi lain, pembatasan terhadap Flavio Bolsonaro diperkirakan akan menjadi sorotan karena berpotensi memengaruhi strategi kampanye serta dinamika persaingan politik nasional dalam beberapa bulan ke depan.

(fa/fz)

Iklan