JAKARTA, ifakta.co – Solidaritas Warga Jakarta (SWJ) menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya salah seorang peserta dalam pelatihan calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih. Peristiwa tersebut dinilai harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pola dan mekanisme pelatihan yang diterapkan.
Ketua Umum SWJ Onny Irnanda P menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh program Koperasi Desa Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat. Namun, menurutnya, pelaksanaan program harus mengedepankan profesionalisme, keselamatan peserta, serta berorientasi pada kompetensi yang dibutuhkan seorang manajer koperasi.
“Jangan sampai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat justru memakan korban jiwa. Keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan,” ujar Onny.
Iklan
SWJ menilai pelatihan calon manajer koperasi seharusnya difokuskan pada penguatan kapasitas manajemen, tata kelola koperasi, kepemimpinan, pengelolaan keuangan, pelayanan anggota, serta transformasi digital. Metode pelatihan juga harus disesuaikan dengan tugas dan tanggung jawab seorang manajer koperasi.
Atas insiden tersebut, SWJ mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kurikulum pelatihan, standar operasional, pemeriksaan kesehatan peserta, kesiapan tenaga medis, serta mekanisme pengawasan selama kegiatan berlangsung. Selain itu, penyebab meninggalnya peserta harus diungkap secara transparan dan apabila ditemukan unsur kelalaian, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum.
SWJ menegaskan bahwa evaluasi bukan untuk menghambat program Koperasi Desa Merah Putih, melainkan agar program strategis tersebut dapat berjalan lebih baik, aman, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Kami tetap mendukung program pemerintah yang berpihak kepada rakyat. Namun, setiap pelaksanaannya harus menjunjung tinggi keselamatan, akuntabilitas, dan profesionalisme. Tragedi ini jangan sampai terulang kembali,” tegas Onny Irnanda P. (Wl)
