DEPOK, ifakta.co – Viral sebuah Video yang menarasikan dugaan pelarangan ibadah misa penghiburan di kawasan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat, ramai beredar di media sosial. Peristiwa tersebut memicu perhatian publik setelah diunggah oleh akun Instagram @depok24jam.

Dalam unggahan itu disebutkan, kejadian berlangsung pada Minggu (28/6) di kawasan Bulak Timur, Gang Haji Abdul Aziz, RT 005/RW 09, Cipayung, Depok.

Narasi yang beredar menyebut ibadah penghiburan diduga sempat dihalangi oleh pengurus lingkungan setempat meski seorang romo telah hadir untuk memimpin misa di rumah duka.

Iklan

“Menurut informasi yang beredar, ibadah tersebut diduga sempat dihalangi oleh pengurus lingkungan setempat meski romo disebut telah hadir di lokasi. Peristiwa ini terjadi di kawasan Bulak Timur, Gang Haji Abdul Aziz, RT 005/RW 09, Cipayung, Depok,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.

Menanggapi video yang viral itu, Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bukan merupakan pelarangan ibadah, melainkan dipicu kesalahpahaman antara pemilik rumah dan sebagian warga sekitar.

Menurut Hendra, pada awal kejadian terdapat warga yang belum mengetahui adanya kegiatan ibadah sehingga sempat mempertanyakan acara yang sedang berlangsung.

“Ada miskomunikasi awalnya, ada warga yang tidak tahu-menahu menegur ada acara apa,” kata Hendra saat dikonfirmasi, Selasa (30/6).

Hendra juga meluruskan informasi yang berkembang di media sosial mengenai dugaan keterlibatan ketua RT dalam penghentian kegiatan ibadah.

Ia menegaskan kabar tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Menurutnya, saat insiden berlangsung, ketua RT justru sedang berada di luar kota sehingga tidak mungkin melakukan tindakan seperti yang dituduhkan.

“Kalau di medsos kan pak RT yang memberikan acara tersebut, padahal pak RT-nya lagi di luar kota,” ujarnya.

Sementara itu, aparat kepolisian bersama personel TNI langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi terkait kejadian tersebut. Kedua pihak kemudian memfasilitasi mediasi antara warga dan keluarga yang menggelar ibadah.

Hendra memastikan proses mediasi berjalan lancar dan seluruh pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

“Sudah diselesaikan sama kapolsek dan koramil, sudah (damai),” ucapnya.

 

(cin/my)

Iklan