JAKARTA, Ifakta.co – Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa untuk merefleksikan makna Hari Lahir Pancasila. Dalam momen bersejarah ini, Presiden menekankan pentingnya pemerataan ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila.
Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh menganggap Pancasila sebatas slogan upacara belaka. Sebaliknya, ideologi negara ini harus mengarahkan kebijakan bernegara, termasuk dalam membangun sistem ekonomi nasional.
Iklan
Menolak Pancasila Sekadar Slogan
Presiden Prabowo menyampaikan pesan kuat tersebut saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta.
“Pancasila tidak boleh sekadar slogan yang kita ucapkan dalam setiap upacara. Pancasila adalah pedoman untuk mengatur kehidupan berbangsa, bermasyarakat, bernegara, termasuk bagaimana kita membangun sistem ekonomi nasional kita,” ujar Prabowo.
Oleh karena itu, ia menantang semua pihak untuk menyelaraskan arah pembangunan ekonomi saat ini dengan nilai-nilai Pancasila. Ia juga meminta seluruh pejabat dan masyarakat untuk berani mengevaluasi diri secara jujur.
Menyoroti Keadilan Pertumbuhan Ekonomi
Meskipun ekonomi Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, Presiden memberikan catatan kritis. Ia mempertanyakan apakah seluruh lapisan masyarakat sudah menikmati hasil pertumbuhan tersebut.
- Ekonomi nasional terus tumbuh positif selama beberapa dekade terakhir.
- Pemerintah masih menghadapi tantangan besar untuk memeratakan hasil pertumbuhan tersebut.
“Kita harus mengakui kelemahan dan kesulitan yang kita hadapi. Selama beberapa dasawarsa terakhir, ekonomi Indonesia memang tumbuh. Tapi apakah pertumbuhan itu sudah merata dan dirasakan oleh seluruh rakyat secara adil?” tuturnya.
Kehadiran Tokoh Bangsa Memperkuat Persatuan
Presiden Prabowo Subianto memasuki mimbar upacara tepat pada pukul 09.56 WIB. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri berjalan mendampingi Presiden menuju lokasi.
Sejumlah tokoh penting dan mantan wakil presiden juga menghadiri upacara khidmat ini:
- Megawati Soekarnoputri duduk berdampingan dengan para pemimpin negara.
- Jusuf Kalla (Wapres ke-10 & ke-12) dan Ma’ruf Amin (Wapres ke-13) turut hadir di barisan depan.
- Para menteri Kabinet Merah Putih mengikuti jalannya upacara dengan khidmat.
Acara tersebut dimulai dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian berlanjut dengan mengheningkan cipta yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo.
Daftar Lengkap Petugas Upacara
Penyelenggara upacara melibatkan sejumlah perwira tinggi militer dan pimpinan lembaga tinggi negara sebagai petugas utama:
| Posisi Petugas | Nama Pejabat | Jabatan / Latar Belakang |
| Komandan Upacara | Kolonel Inf Didin Nasruddin Darsono | Lulusan Akademi Militer tahun 2001 |
| Perwira Upacara | Brigjen TNI Fitriana Nur Heru Wibawa | Kepala Staf Komando Garnisun Tetap 1/Jakarta |
| Pembaca Teks Pancasila | Ahmad Muzani | Ketua MPR RI |
| Pembaca Naskah UUD 1945 | Sutan Najamuddin | Ketua DPD RI |
(Fa/fza)




