MALANG, ifakta.co – Pertumbuhan jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Malang terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Namun, peningkatan jumlah pelaku usaha belum selalu diikuti dengan penguatan kualitas sumber daya manusia.
Banyak UMKM mampu bertahan di tengah persaingan pasar, tetapi masih menghadapi kendala pada aspek manajemen usaha, literasi digital, hingga pengembangan kapasitas yang berkelanjutan.
Kondisi tersebut mendorong tim pengabdian Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) menghadirkan program TUGUNIAGA atau Tugu Niaga Berdaya. Program ini hadir sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia pelaku UMKM sekaligus mendorong lahirnya komunitas usaha yang lebih mandiri dan kompetitif.
Iklan
Misbahuddin Azzuhri, memimpin program tersebut bersama Perumda Tunas Malang. Melalui kolaborasi itu, mereka ingin membangun ekosistem pemberdayaan yang tidak hanya meningkatkan keterampilan usaha, tetapi juga memperkuat budaya belajar dan kolaborasi antarpelaku UMKM.
Bangun Komunitas Belajar Pelaku UMKM
Tim pengabdian menempatkan pelaku UMKM sebagai aktor utama dalam proses pengembangan usaha. Karena itu, mereka tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi juga berbagi pengalaman, bertukar solusi, dan membangun jejaring bisnis bersama peserta lain.
Pada tahap awal, tim melakukan survei, observasi lapangan, dan diskusi kelompok. Tim kemudian memetakan kebutuhan serta potensi usaha para peserta. Setelah itu, mereka menyusun materi pelatihan sesuai kondisi yang para pelaku UMKM hadapi sehari-hari.
“Kami berharap terbentuk komunitas belajar UMKM yang aktif dan mandiri, meningkatnya kemampuan manajerial serta digitalisasi usaha para peserta, dan yang tidak kalah penting adalah terciptanya model pemberdayaan UMKM yang dapat direplikasi oleh Perumda Tunas Malang maupun daerah lain. Dengan demikian dampak program tidak hanya dirasakan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat berkelanjutan dalam jangka panjang,” kata Misbahuddin, dikutip dari laman UB (1/6).
Perkuat Manajemen dan Literasi Digital
Tim pelaksana memberikan pelatihan manajemen usaha dasar kepada peserta. Materi pelatihan meliputi pembagian tugas, penyusunan struktur kerja, penguatan komunikasi tim, dan penyusunan prosedur operasional yang lebih efektif.
Melalui pelatihan tersebut, pelaku UMKM dapat mengelola usaha secara lebih teratur. Selain itu, mereka juga dapat membangun sistem kerja yang mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.
Tim juga mengajak peserta memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung aktivitas usaha. Para peserta mempelajari penggunaan aplikasi pembukuan digital, pemasaran melalui media sosial, pembuatan katalog produk digital, hingga pemanfaatan platform teknologi untuk meningkatkan efisiensi usaha.



