BANYUMAS, ifakta.co – Dinas Perhubungan (Dishub) Banyumas menyiapkan sejumlah rute alternatif menjelang penutupan total Jembatan Serayu. Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung pekerjaan perbaikan jembatan sekaligus menjaga kelancaran arus kendaraan.
Selain itu, Dishub mengatur skema lalu lintas agar mobilitas masyarakat tetap berjalan. Dengan demikian, pengguna jalan tetap memiliki pilihan jalur selama penutupan berlangsung.
Dishub Tetapkan Jalur Berdasarkan Jenis Kendaraan
Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dishub Banyumas, Oktavia Yulianto, menjelaskan bahwa pihaknya telah menentukan tiga jalur utama. Penentuan ini disesuaikan dengan jenis kendaraan.
Iklan
“Ia menyebutkan, pengendara sepeda motor serta mobil pribadi dapat melintas melalui Mandirancan menuju Pertigaan Banyumas. Sementara itu, kendaraan besar seperti truk dan bus diarahkan melewati Rawalo, Menganti, hingga Simpang Buntu menuju arah Yogyakarta.”
Dengan pengaturan ini, Dishub berupaya mengurangi potensi kemacetan di titik-titik padat.
Rambu dan Pengaturan Arus Disiapkan Sejak Dini
Selain menentukan jalur, Dishub juga memasang rambu petunjuk arah di sejumlah titik strategis. Langkah ini bertujuan agar pengendara dapat menyesuaikan perjalanan sebelum mendekati jembatan.
Beberapa lokasi yang menjadi fokus pemasangan rambu antara lain Simpang Buntu, kawasan Rumah Sakit Banyumas, Simpang Kaliori, serta Pertigaan Kalibagor.
Selain itu, petugas juga melakukan pengaturan arus secara langsung. Dengan cara ini, potensi kepadatan dapat ditekan sejak awal.
Pembatasan Kendaraan Berat Diterapkan
Dishub juga memberlakukan pembatasan muatan kendaraan di jalur alternatif. Kebijakan ini bertujuan menjaga keamanan infrastruktur jalan.
Kendaraan angkutan barang dengan muatan lebih dari 8 ton tidak diperbolehkan melintas di beberapa jalur. Salah satunya termasuk Jembatan Pegalongan.
Selain itu, Dishub telah memasang rambu larangan di sejumlah titik penting. Lokasi tersebut meliputi Simpang Mandirancan, Simpang Jembatan Pegalongan, Simpang Jalan Pekunden, Pertigaan Bakmi Gareng, serta Jalan Kuron dekat Hotel Akbar.
Sosialisasi Dilakukan Melalui Berbagai Kanal
Untuk memperluas informasi, Dishub Banyumas aktif melakukan sosialisasi. Mereka memanfaatkan media massa serta platform media sosial lokal.
Dengan cara ini, masyarakat dapat mengetahui perubahan arus lalu lintas secara cepat. Selain itu, pengguna jalan juga bisa menyesuaikan rute perjalanan lebih awal.
Penutupan Berlaku 45 Hari
Sebagai informasi, penutupan total Jembatan Serayu akan berlangsung selama 45 hari. Kebijakan ini dimulai pada 15 Juni hingga 30 Juli 2026.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta menjalankan proyek perbaikan tersebut. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mematuhi pengalihan arus yang telah ditetapkan.
Dengan pengaturan ini, pemerintah berharap aktivitas transportasi tetap berjalan lancar meskipun akses utama sementara ditutup.
(naf/lex)




