BANYUMAS, ifakta.co – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK–SNBT) 2026 di Universitas Jenderal Soedirman resmi dimulai pada Selasa (21/4).
Selama sepuluh hari ke depan, panitia menjadwalkan sebanyak 18.313 peserta untuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri tersebut.
Sejak hari pertama, suasana di sejumlah lokasi ujian sudah terlihat ramai. Para peserta datang lebih awal agar dapat mengikuti seluruh tahapan ujian dengan lancar.
Iklan
Selain itu, panitia juga mengatur alur kedatangan untuk menghindari penumpukan.
Salah satu peserta, Gio, mengaku sudah tiba di lokasi sejak dini hari. Ia datang dari Purbalingga demi memastikan tidak terlambat mengikuti ujian sesi pertama.
“Saya datang ke lokasi sejak pukul 5 pagi dari Purbalingga. Saya gap year dan sudah menyiapkan ujian ini selama setahun di salah satu bimbel di Purwokerto. Tentunya saya berharap bisa lolos dan kuliah di kampus impian. Selama ujian tadi, puji Tuhan tidak ada kendala teknis,” ujarnya, Selasa (21/4).
Ia juga menambahkan bahwa persiapan panjang tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi UTBK tahun ini. Karena itu, ia berusaha memaksimalkan setiap kesempatan yang ada.
Sebaran Lokasi dan Fasilitas UTBK Disiapkan Maksimal
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan UTBK, pihak kampus menyediakan berbagai lokasi ujian yang tersebar di sejumlah fakultas dan unit pendukung.
Di antaranya meliputi Fakultas Peternakan, Fakultas Kedokteran, Fakultas MIPA, Laboratorium Riset, Gedung Teknologi Pertanian, UPT Bahasa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, hingga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Selain itu, panitia juga menyiapkan fasilitas khusus bagi peserta disabilitas di UPA Bahasa. Dengan demikian, seluruh peserta tetap mendapatkan akses ujian yang setara dan nyaman.
Secara keseluruhan, panitia mengoperasikan 21 ruang ujian yang lengkap dengan 12 server utama. Setiap sesi ujian diikuti sekitar 1.040 peserta. Sementara itu, pelaksanaan ujian berlangsung dalam satu gelombang dengan dua sesi setiap hari, sehingga total mencapai 18 sesi.
Materi UTBK Tetap Fokus pada TPS dan Literasi
Dari sisi materi, UTBK–SNBT 2026 masih menguji kemampuan dasar akademik peserta. Tes meliputi Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Literasi.
TPS mencakup penalaran umum, pemahaman bacaan dan menulis, pengetahuan umum, serta kemampuan kuantitatif. Sementara itu, Tes Literasi mengukur kemampuan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, serta penalaran matematika.
Oleh karena itu, peserta perlu menguasai konsep sekaligus strategi pengerjaan soal agar dapat memanfaatkan waktu ujian secara efektif.
Semangat Peserta Jadi Sorotan Hari Pertama UTBK
Pada hari pertama pelaksanaan, semangat peserta terlihat cukup tinggi. Banyak peserta rela datang lebih awal, bahkan dari luar kota, demi mengikuti ujian tanpa hambatan.
Di sisi lain, kondisi teknis yang berjalan lancar turut mendukung kenyamanan peserta selama ujian berlangsung. Hal ini menjadi faktor penting agar peserta dapat fokus mengerjakan soal.
Dengan persiapan matang serta dukungan fasilitas yang memadai, pelaksanaan UTBK–SNBT 2026 Unsoed diharapkan berjalan lancar hingga hari terakhir.
Selain itu, hasil seleksi ini nantinya akan menjadi penentu langkah peserta dalam meraih pendidikan tinggi di perguruan tinggi negeri impian mereka.
(naf/kho)




