SURABAYA, ifakta.co – Rumah Sakit Hewan (RSH) Universitas Airlangga (UNAIR) resmi menutup program relawan Lebaran 2026 pada Minggu (29/03) di Aula Lantai 4 RSH UNAIR. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian pengabdian relawan yang selama sekitar 10 hari terlibat dalam membantu operasional dan layanan medis rumah sakit hewan.
Program relawan Lebaran ini melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang, tidak hanya dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) atau teknologi veteriner, tetapi juga mahasiswa lintas disiplin ilmu, termasuk peserta dari luar UNAIR.
Direktur RSH UNAIR, Prof. Dr. Anwar Ma’ruf, menyampaikan apresiasi atas kontribusi para relawan, khususnya mahasiswa FKH. Ia menilai pengalaman yang diperoleh selama kegiatan menjadi bekal penting bagi pengembangan kompetensi mahasiswa.
Iklan
“FKH jangan menunggu 8 semester, targetkan 7 semester. Kalau saudara semester 2 ini sudah ikut jadi volunteer, saya yakin tujuh semester bukan hal yang sulit untuk kalian bisa lulus. Jadi skripsi tidak harus pakai hewan coba, tapi silakan Anda juga bisa menggunakan partisipan, mari silakan gunakan berbagai macam penyakit, berbagai macam kasus yang tiap hari saudara dapatkan sebagai bahan untuk skripsi kalian itu akan lebih menarik profesi kalian,” ungkap Prof. Anwar, dikutip dari laman UNAIR (31/3).
Ia juga berharap RSH dapat terus menjadi mitra strategis bagi mahasiswa, khususnya dalam mendukung kegiatan akademik seperti penelitian dan penyusunan tugas akhir. Selain itu, para relawan mendapatkan sertifikat sebagai bentuk apresiasi yang dapat menunjang rekam jejak mereka.
Dalam sesi berbagi kesan, sejumlah relawan mengungkapkan pengalaman berharga selama mengikuti program tersebut. Bahana Biela Binanda, mahasiswa Ilmu Ekonomi, menyampaikan bahwa keterlibatannya membuktikan minat terhadap dunia hewan tidak terbatas pada latar belakang keilmuan tertentu.
“Saya belajar untuk komunikasi serta mempelajari budaya kerja shift,” ujarnya.
Sementara itu, Adil dan Fani, mahasiswa FKH UNAIR, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana untuk mengaplikasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah, khususnya terkait anatomi dan penanganan hewan.
Mereka mengaku mendapatkan pengalaman langsung, mulai dari teknik penanganan hewan hingga pemasangan infus. Selain aspek teknis, pengalaman emosional juga menjadi pelajaran penting, terutama saat menghadapi pemilik hewan dalam kondisi berduka.
“Di situ saya sadar betapa pentingnya empati. Kita belajar untuk tidak asal bicara dalam situasi duka,” tutur Fani.
Program relawan Lebaran RSH UNAIR tidak hanya memberikan pengalaman praktis di bidang medis dan nonmedis, tetapi juga membentuk kepekaan sosial dan profesionalisme mahasiswa.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai wadah pembelajaran yang aplikatif sekaligus kontribusi nyata bagi layanan kesehatan hewan.
(naf/kho)



