TANGERANG, ifakta.co – Sampai kapan kerusakan parah Jalan Raya Teluknaga–Salembaran ini dibiarkan? Ruas jalan provinsi yang menjadi urat nadi penghubung Jakarta Barat–Tangerang itu kini kondisinya hancur bak irisan roti terbelah, penuh retakan dan lubang yang mengancam keselamatan.
Setiap hari masyarakat dipaksa berjibaku dengan jalan rusak. Pengendara harus ekstra hati-hati, memperlambat laju kendaraan, bahkan mempertaruhkan keselamatan hanya untuk melintas. Pertanyaannya, di mana peran Dinas PUPR Banten?
Apakah harus menunggu korban jatuh terlebih dahulu baru ada tindakan? Atau kerusakan ini memang luput dari pengawasan?
Iklan
Kepala Dinas PUPR Banten, Arlan, saat dikonfirmasi ifakta.co justru belum memberikan kejelasan. Lalu, kapan perbaikan akan dilakukan? Apakah masyarakat hanya diminta bersabar tanpa kepastian?
Sebagai jalur provinsi dengan mobilitas tinggi, kondisi ini jelas bukan persoalan sepele. Ini menyangkut keselamatan ribuan pengguna jalan setiap harinya.
Masyarakat Kabupaten Tangerang kini menunggu sikap tegas Gubernur Banten Andra Soni dan Bupati Tangerang Maesyal Rasyid. Apakah akan segera turun tangan, atau memilih diam melihat jalan terus memburuk?
Jika fungsi pengawasan berjalan, mengapa kerusakan separah ini bisa terjadi tanpa penanganan cepat? Dan jika anggaran ada, lalu ke mana realisasinya?
Warga tidak butuh janji, mereka butuh aksi. Sebab jalan ini bukan sekadar infrastruktur, tapi jalur kehidupan. Jika terus dibiarkan, siapa yang harus bertanggung jawab ketika kecelakaan benar-benar terjadi?
(Sb-Alex)



