YOGYAKARTA, ifakta.co – Mahasiswi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Laksmi Alysia Azzahra, menghadirkan karya koreografi inovatif dalam ujian tunggalnya dengan memanfaatkan teknik panggung flying rig atau wire work.
Eksplorasi artistik tersebut menampilkan tubuh penari yang bergerak sekaligus melayang di udara, sehingga menghadirkan pengalaman visual yang berbeda dari pertunjukan tari pada umumnya.
Melalui karya tersebut, teknologi panggung dimanfaatkan sebagai medium eksplorasi artistik yang memungkinkan tubuh penari berinteraksi secara langsung dengan gravitasi.
Iklan
Dengan menggunakan teknik suspensi melalui selempang dan sistem rigging, tubuh penari tidak hanya bergerak di lantai panggung, tetapi juga mengeksplorasi ruang udara sebagai bagian dari komposisi koreografi.
Dikutip dari laman ISI Yogyakarta (12/3), pendekatan ini membuka kemungkinan baru dalam penciptaan karya tari kontemporer dengan memadukan estetika gerak dan teknologi panggung. Ruang udara dalam pertunjukan dimanfaatkan sebagai elemen artistik yang memperkaya struktur gerak dan dinamika visual dalam pertunjukan.
Selain menghadirkan eksperimen teknis, karya tersebut juga memuat gagasan konseptual yang mendalam. Gerakan yang muncul dari kondisi tubuh yang melayang di udara dihadirkan sebagai metafora memori biologis awal manusia.
Melalui pengalaman suspensi, tubuh penari mengeksplorasi sensasi mengambang, tekanan, serta keterbatasan ruang yang merefleksikan pengalaman manusia ketika berada di dalam rahim.
Dalam proses tersebut, tubuh penari harus bernegosiasi dengan keseimbangan, gravitasi, serta ruang gerak yang terbatas. Dari situ muncul gerakan-gerakan yang merupakan hasil adaptasi tubuh terhadap kondisi yang tidak biasa, sekaligus menjadi proses penemuan bentuk gerak baru.
Eksperimen koreografi ini menunjukkan keberanian generasi muda seniman Indonesia untuk melampaui batas-batas konvensional dalam seni pertunjukan.
Perpaduan antara tari dan teknologi panggung menghadirkan bentuk ekspresi artistik yang tidak hanya menantang secara teknis, tetapi juga memperkaya kemungkinan estetika dalam praktik koreografi kontemporer.
Proses penciptaan karya tersebut juga melibatkan kolaborasi lintas disiplin. Karya ini dibimbing oleh Raja Epi, dengan komposisi musik yang digarap oleh Belmiro AVR
Aspek keselamatan serta penyediaan peralatan flying rig ditangani oleh tim Freedom Art Stunt, sementara proses rigging dan pengoperasian teknis dilakukan oleh Kukuh MNR.
Dokumentasi pertunjukan turut melibatkan fotografer Adith Thaariq dan videografer Reva Apriliana, serta didukung oleh kru produksi yang memastikan seluruh rangkaian pertunjukan dapat berjalan dengan lancar.
Karya ini sekaligus mencerminkan ekosistem pembelajaran yang berkembang di lingkungan ISI Yogyakarta. Mahasiswa didorong untuk melakukan eksplorasi artistik yang melampaui batas disiplin, termasuk dengan memadukan tradisi tubuh dalam tari dengan inovasi teknologi panggung.
Sebagai salah satu perguruan tinggi seni terbesar di Indonesia, ISI Yogyakarta terus berkomitmen mendorong lahirnya karya-karya kreatif dan eksperimental dari generasi muda seniman.
Eksplorasi yang dilakukan oleh Laksmi Alysia Azzahra menjadi contoh bagaimana pendidikan seni tidak hanya menghasilkan pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang penelitian artistik yang membuka kemungkinan baru dalam praktik seni pertunjukan.
(naf/kho)



