SEMARANG, ifakta.co – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP UNDIP) menggelar kegiatan stadium general bertajuk “Dari Pesantren untuk Peradaban: Strategi Pemberdayaan Masyarakat untuk Ekonomi Berkelanjutan” yang diselenggarakan di Auditorium FIMENA Gedung A Lantai 3, Kampus FISIP UNDIP Tembalang, pada Selasa (3/3).
Forum ini menjadi ruang diskusi strategis untuk membahas peran lembaga pendidikan, baik perguruan tinggi maupun pesantren, dalam mendorong pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
Kegiatan tersebut juga mencerminkan komitmen visi UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat, yang menekankan pentingnya kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat luas.
Iklan
Sejumlah tokoh dari berbagai daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo, Bupati Tegal H. Ischak Maulana Rohman,Wakil Wali Kota Tegal Hj. Tazkiyatul Muthmainnah, Wakil Bupati Semarang Dra. Hj. Nur Arifah, serta Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman.
Kehadiran juga datang dari unsur legislatif, yakni Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq, Ketua DPRD Batang H. Suudi, Ketua DPRD Kabupaten Tegal H. Wasbun Jauhara Khalim, Ketua DPRD Demak H. Zayinul Fatah, serta Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah H. Sarif Abdillah.
Dalam sambutannya, Dekan FISIP UNDIP Dr. Drs. Teguh Yuwono, menyampaikan harapan agar forum tersebut mampu memberikan energi positif di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini.
“Semoga (kegiatan) ini memberikan angin yang baik untuk kita semua di tengah suasana yang serba prihatin dan mendadak,” ujarnya, dikutip dari riliis Undip, Senin (9/3).
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan sejumlah capaian inovasi Universitas Diponegoro yang diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, termasuk melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren.
“Bangsa ini membutuhkan banyak sekali tangan-tangan orang baik yang bisa datang bareng-bareng, yang sedikit banyak bisa menyelesaikan terkait masalah yang ada di masyarakat,” tegasnya.
Sebagai pembicara utama, kegiatan ini menghadirkan K.H. Muhammad Yusuf Chudlori, pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo, Magelang. Dalam paparannya, ia menyoroti peran strategis pesantren sebagai bagian penting dari pembangunan peradaban masyarakat.
Menurutnya, pesantren memiliki kedekatan yang kuat dengan kehidupan masyarakat sehingga tidak dapat dipisahkan dari dinamika sosial di sekitarnya.
“Pesantren tumbuh bersama masyarakat, tidak bisa dipisahkan dari masyarakat,” ungkapnya.
Pengasuh pesantren yang berdiri sejak 1944 tersebut juga menekankan bahwa fungsi utama lembaga pendidikan Islam tidak hanya terbatas pada pengajaran agama. Pembentukan karakter dan mental menjadi aspek penting dalam proses pendidikan.
Selain itu, ia mendorong mahasiswa untuk meneladani semangat kewirausahaan Rasulullah SAW agar mampu mandiri dan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Universitas Diponegoro menunjukkan komitmennya dalam menjembatani pengetahuan akademik dengan nilai-nilai lokal yang berkembang di lingkungan pesantren.
(naf/kho)



