JAKARTA, Ifakta.co – Ribuan pengunjung memadati Lapangan Banteng, Jakarta. saat lagu original soundtrack (OST) film Na Willa berjudul “Sikilku Iso Muni” untuk pertama kalinya diperdengarkan secara utuh di hadapan publik. Momen perdana ini menjadi salah satu sorotan utama dalam penutupan Festival Imlek Nasional.
Lagu tersebut dibawakan oleh Prince Poetiray dan Quinn Salman, voice cast sekaligus penyanyi OST film JUMBO, yang dikenal sebagai film animasi terlaris sepanjang masa di Asia Tenggara. Mereka tampil bersama para pemeran anak film Na Willa, menciptakan kolaborasi hangat yang mempertemukan dua semesta cerita dalam satu panggung.
Sebelum memperkenalkan lagu terbaru, Prince dan Quinn lebih dulu membawakan “Selalu Ada di Nadimu”, lagu yang telah melekat di hati para penggemar. Suasana semakin meriah ketika intro “Sikilku Iso Muni” mengalun dan keduanya menyanyikan lagu tersebut secara penuh untuk pertama kalinya, disambut tepuk tangan dan sorakan antusias penonton.
Iklan
Kolaborasi ini turut melibatkan Geng Krembangan Luisa Adreena (Na Willa), Freya Mikhayla (Farida), dan Ibrahim Arsenio (Bud). Kebersamaan mereka di atas panggung menghadirkan energi ceria yang selaras dengan semangat masa kecil yang menjadi jiwa film. Lagu ciptaan trio Laleilmanino tersebut hadir dengan aransemen ringan dan menyenangkan, menggambarkan sudut pandang anak yang penuh imajinasi dan rasa ingin tahu.

Bagi Na Willa, musik bukan sekadar pelengkap adegan, melainkan bagian penting dari cara bertutur. Hal itu ditegaskan oleh penulis sekaligus sutradara, Ryan Adriandhy. Ia menyebut “Sikilku Iso Muni” lahir dari dunia anak-anak yang sederhana, namun kaya imajinasi. “Kami senang akhirnya lagu ini bisa didengarkan secara penuh oleh publik dan menjadi langkah awal menuju perjalanan filmnya di Lebaran nanti,” ujarnya.
Tak hanya penampilan musik, official trailer Na Willa juga diputar di atas panggung, membawa penonton menyelami dunia Willa yang berlatar Indonesia era 1960-an. Para pemeran, termasuk Irma Rihi yang memerankan Mak, turut hadir dalam sesi bincang bersama penonton, berbagi cerita tentang proses kreatif dan upaya membangun chemistry sebagai keluarga di layar.
Prince Poetiray mengaku momen tersebut mengingatkannya pada awal perjalanan bersama JUMBO. “Rasanya penuh semangat, keceriaan, dan dikerjakan dengan hati. Aku yakin Na Willa juga akan jadi film yang dekat di hati banyak orang,” ungkapnya.
Semangat kebersamaan Festival Imlek Nasional terasa sejalan dengan pesan yang diusung film ini tentang keluarga sederhana dalam balutan keberagaman budaya Indonesia yang hangat dan toleran. Antusiasme publik juga terlihat di area interaktif Na Willa, mulai dari booth membaca dan mewarnai hingga Perpustakaan Keliling yang mengajak anak-anak menikmati pengalaman literasi di ruang terbuka.
Diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo dan diproduksi oleh Visinema Studios, Na Willa dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen Lebaran.
Film ini menjanjikan kisah penuh imajinasi, kehangatan, dan kebersamaan keluarga sebuah perjalanan kecil dari sudut pandang anak yang mampu menghadirkan makna besar bagi semua generasi.
(FA/FZA)



