MUARA ENIM,- ifakta.co, Tingginya curah hujan di wilayah Kecamatan Rambang Niru beberapa hari ini membuat debit air sungai baung meluap.
Akibatnya ruas jalan yang menghubungkan Desa Tebat Agung dan Desa Gerinam Kecamatan Niru Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan dilanda banjir. Kamis (27/2/2025)
Hal tersebut membuat sejumlah pelajar harus rela menaiki perahu kayu agar bisa sampai di sekolah.
Iklan
Proyek pembangunan jembatan penghubung Desa tebat agung dan Desa gerienam mengunakan Anggaran Dana APBD senilai RP 3.383.000.000,00 dan waktu pelaksanaan 50 hari kalender, namun hingga saat ini belum rampung pengerjaan nya.
Masarakat mengeluhkan lambatnya pengerjaan pembangunan proyek jembatan dan merasa di rugikan ditambah mereka harus membayar jasa penyeberangan ketika mau beraktivitas di desa sebelah.
” Tidak adanya inisiatif pihak kontraktor proyek untuk memfasilitasi masyarakat, nak nyebrang harus naik perahu dan bayar ” ucap Joko.
Masyarakat mengeluhkan susahnya untuk beraktivitas sehari-hari terutama di musim hujan sekarang ini.
” Yo pak susah nian kami kalau musim hujan ini nak ke kebon bae dak biso, kalau nak nyeberang itu kami pakai ketek dan bayar, kami masyarakat berharap Ado inisiatif dari pemerintah desa atau pihak pemborong jembatan agar kami masyarakat terutama anak-anak sekolah tidak harus bayar nyeberang ” jelas Joko.
Masyarakat berharap pengerjaan pembangunan proyek jembatan Desa Tebat Agung dan Desa Gerinam cepet selesai, sehingga aktivitas pelajar dan masyarakat tidak terhabat lagi ketika musim hujan.
