JAKARTA , ifakta.co – Wilianto Tanta kembali dipercaya memimpin Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) untuk periode 2026–2030. Pengusaha asal Makassar itu ditetapkan sebagai Ketua Umum secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) VIII PSMTI yang digelar di RedTop Hotel & Convention Center, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Keputusan tersebut mendapat dukungan dari pengurus PSMTI yang hadir mewakili 37 provinsi dalam Munas VIII. Dalam proses pemilihan, tidak terdapat nama lain yang mengajukan diri sebagai calon Ketua Umum hingga batas waktu pendaftaran yang ditetapkan dalam sidang pleno.
Dengan demikian, Wilianto Tanta ditetapkan secara aklamasi untuk kembali memimpin PSMTI selama empat tahun ke depan. Ini merupakan periode kedua Wilianto sebagai Ketua Umum organisasi tersebut.
Iklan
Penetapan kepemimpinan Wilianto kemudian dilanjutkan dalam acara farewell party yang digelar pada Minggu malam. Dalam kesempatan tersebut, prosesi ditandai dengan penyerahan bendera pataka PSMTI kepada Wilianto Tanta.
Bendera pataka diserahkan oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo. Prosesi tersebut disaksikan lebih dari 700 kader PSMTI yang hadir.
Usai kembali dipercaya memimpin PSMTI, Wilianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan peserta Munas VIII. Menurutnya, kesepakatan yang tercapai dalam forum tersebut menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan di internal organisasi.
“Saya ucapkan terima kasih. Walaupun sempat ada dinamika, akhirnya semua terjadi kesepakatan secara luar biasa, yang mana inilah organisasi kita,” ujar Wilianto.
Wilianto menegaskan, tantangan PSMTI ke depan adalah menjaga kekompakan sekaligus memperkuat kerja sama di seluruh jajaran organisasi.
Ia bahkan memasang target agar PSMTI dapat berkembang hingga tiga kali lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.
“Melangkah lebih maju ke depan berarti dengan harapan tiga kali lebih baik. Untuk bisa mencapai tiga kali lebih baik, oleh karena itu kita harus mempertahankan kekompakan dan kerja sama yang baik,” katanya.
Menurut Wilianto, kemajuan organisasi juga harus tetap berpegang pada cita-cita para pendiri PSMTI yang telah membangun dan menjaga organisasi selama 28 tahun.
“Kita harus menjaga cita-cita pendiri PSMTI yang telah diberikan selama 28 tahun ini,” ungkapnya.
Wilianto juga meminta dukungan seluruh keluarga besar PSMTI untuk bersama-sama membangun organisasi yang semakin kuat, berintegritas, kompeten, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan Indonesia.
“Saya percaya Bapak Ibu sekalian dan para saudara saya yang telah hadir di acara Munas dapat membantu dan mendukung saya kembali, agar organisasi ini menjadi organisasi yang berintegritas, kompeten di mata masyarakat dan tanah air Indonesia,” pungkas Wilianto.
Tim Formatur Susun Kepengurusan
Setelah ditetapkan sebagai Ketua Umum untuk periode kedua, Wilianto Tanta membentuk tim formatur yang bertugas menyusun struktur kepengurusan PSMTI periode 2026–2030.
Tim formatur tersebut dipimpin langsung oleh Wilianto. Tim akan menyusun komposisi kepengurusan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi serta keterwakilan unsur-unsur PSMTI.
Dalam proses penyusunan kepengurusan, tim formatur diberikan waktu selama 90 hari. Setelah struktur kepengurusan rampung, susunan tersebut selanjutnya akan dikukuhkan melalui prosesi pelantikan sebagai penanda dimulainya masa kerja kepengurusan PSMTI periode 2026–2030.
(sib/Lex)



