JAKARTA, Ifakta.co – Komisi Penyelidik PBB menuduh pemerintah dan pasukan keamanan Israel sengaja menargetkan anak-anak Palestina. Tindakan ini memicu dugaan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang di Jalur Gaza, serta kejahatan perang di Tepi Barat yang diduduki.

Melalui laporan terbarunya, komisi menyatakan bahwa militer Israel sengaja menimbulkan kematian serta penderitaan fisik dan mental yang berat terhadap ratusan ribu anak Palestina. Pembunuhan ini bahkan tetap berlanjut setelah kedua pihak menyepakati gencatan senjata pada Oktober 2025 lalu.

Komisi tersebut menemukan dasar kuat untuk menyimpulkan bahwa tindakan Israel merupakan bagian dari strategi terencana. Tujuannya adalah menghancurkan masa depan rakyat Palestina di Gaza dengan cara menyasar generasi muda mereka.

Iklan

Respons Keras Israel : “Fitnah Palsu dan Propaganda”

Kementerian Luar Negeri Israel menolak keras seluruh temuan tersebut. Mereka menuduh laporan komisi sebagai propaganda sepihak yang menyudutkan posisi Israel secara tidak adil.

“Kami sepenuhnya menolak fitnah palsu ini. Laporan tersebut adalah sebuah karya propaganda yang sama keterlaluan dengan laporan-laporan sebelumnya,” jelas pihak Kementerian Luar Negeri Israel.

Pemerintah Israel menilai panel PBB tersebut sebagai mekanisme cacat yang bertujuan menjelekkan negara mereka, bukan mencari kebenaran. Selain menuduh komisi tidak memiliki metode verifikasi yang valid, Israel juga mengkritik laporan tersebut karena mengabaikan anak-anak Israel yang menjadi korban Hamas. Mereka berbalik menuduh Hamas menggunakan anak-anak Palestina sebagai perisai manusia dalam perang.

Iklan