JAKARTA, ifakta.co – Aksi suporter Jepang membersihkan stadion setelah laga Piala Dunia 2026 memicu kontroversi dan dinilai sebagai bentuk standar ganda oleh netizen.
Aksi suporter Jepang itu diunggah akun Instagram FIFA. Salah satu penggemar Samurai Blue menjelaskan latar belakang budaya tersebut saat mereka melakukannya di luar negeri.
“Ini budaya. Tapi juga hormat kepada semua hal, ke pemain, suporter, dan stadion. Kami terhormat berada di sini dan kami tidak ingin membuat kekacauan lalu pergi,” kata salah satu penonton berkostum timnas Jepang, Sabtu, 20 Jun 2026 12:40 WIB
Iklan
Kejadian yang viral setelah laga Grup F antara Belanda vs Jepang di Stadion Dallas, Amerika Serikat, itu kemudian menjadi bahan olok-olok di kalangan publik Jepang sendiri. Beberapa netizen menyebut tindakan tersebut berbeda dengan perilaku sehari-hari mereka di dalam negeri.
Sebuah parodi poster etiket kereta api memperbandingkan gambar seorang penggemar sepak bola yang membersihkan stadion dengan adegan domestik: seorang wanita mencuci piring sementara seorang pria berseragam Samurai Biru bersantai di sofa. Slogan tersebut berbunyi: “tolong lakukan di rumah.”
Gambar sindiran itu menjadi viral dan diunggah ulang lebih dari 13.000 kali.
Unggahan “Tolong lakukan di rumah” didasarkan pada serangkaian poster humoris Tokyo Metro yang mendesak penumpang untuk tidak mengganggu orang di sekitar mereka, seperti merias wajah, mendengarkan musik keras, atau melakukan panggilan telepon di kereta.
Poster berwarna kuning dan hitam yang menarik perhatian itu dibuat oleh seniman Bunpei Yorifuji.
Sindiran tersebut merujuk pada data yang menunjukkan kontribusi pria Jepang terhadap pekerjaan rumah tangga tanpa bayaran, seperti membersihkan, berbelanja, dan mengasuh anak, termasuk yang tergolong rendah di antara negara anggota OECD, sebagaimana dikutip dari South China Morning Post.
Meskipun pria di Jepang perlahan mengambil lebih banyak tugas domestik, studi pemerintah Jepang tahun 2021 mencatat angka rata-rata 51 menit per hari untuk pria, dibandingkan dengan tiga jam 24 menit untuk wanita.
Selain itu, beberapa pengguna media sosial menyoroti bahwa warga Jepang tidak selalu membersihkan sampah sendiri pada acara publik di dalam negeri; setelah beberapa event besar akhir pekan, beberapa sampah terlihat di jalanan dan di area yang jarang dilalui orang.


