JAKARTA, ifakta.co – Presiden Prabowo Subianto meminta kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah memanfaatkan aset negara yang belum digunakan secara optimal untuk mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Permintaan itu disampaikan saat Prabowo meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, di tengah tingginya minat masyarakat yang belum sebanding dengan kapasitas sekolah yang tersedia.
“Seskab (Teddy), mungkin nanti koordinasi dengan kementerian/lembaga yang lain cari fasilitas mereka mungkin yang ada mungkin kurang dimanfaatkan bisa segera dipinjam untuk sampai sekolah yang permanen jadi ya, diupayakan,” kata Prabowo saat memberi sambutan, Minggu (7/6).
Iklan
Prabowo mendapat laporan bahwa kebutuhan terhadap Sekolah Rakyat masih sangat besar di berbagai daerah, termasuk Bali, di mana jumlah pendaftar melampaui kapasitas sekolah yang ada.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipus melaporkan saat ini di Bali baru ada satu Sekolah Rakyat dengan kapasitas sekitar 270 siswa, sementara pendaftar telah mencapai lebih dari 400 orang.
“Saya gembira melihat perkembangan Sekolah Rakyat. Tentunya usaha masih sangat besar ya, karena yang butuh sekolah ini ternyata banyak,” ujar Prabowo.
Prabowo kemudian menginstruksikan percepatan pembangunan fasilitas untuk menambah daya tampung Sekolah Rakyat di Bali.
“Oke, berarti kita harus tambah secepat mungkin ya. Nanti diusahakan bupati-bupati, kalau tidak ya nanti pemerintah pusat cari lahannya, cari tanahnya,” kata Prabowo.
Ia juga mendorong semua pihak mencari solusi sementara dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia agar lebih banyak siswa bisa diterima.
“Kita upayakan, tapi bagaimana caranya kreativitas saudara diupayakanlah hampir semua yang minta harus diterima ya,” ujarnya.
Prabowo menekankan pentingnya pendidikan sebagai kunci meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong perluasan akses pendidikan serta pelatihan di berbagai bidang.
“Kita harus bekerja keras di semua bidang. Salah satu adalah pendidikan. Pendidikan yang bisa membuat rakyat sejahtera di semua bidang,” kata Prabowo.
Terkait anggaran, Prabowo menegaskan perlu pengelolaan keuangan negara yang efisien karena upaya perluasan akses pendidikan membutuhkan dukungan anggaran besar.
“Ini usaha besar dan ini membutuhkan uang. Karena itu pemerintah, pemimpin-pemimpin harus bekerja keras, uang harus dihemat, harus dijaga, kekayaan negara harus dijaga,” ujarnya.
Gus Ipus menyampaikan rencana pengembangan Sekolah Rakyat di Bali akan dilakukan secara bertahap dan menargetkan setiap kabupaten dan kota di Pulau Dewata memiliki setidaknya satu Sekolah Rakyat sebagai bagian dari perluasan program tersebut.
(sib/lex)



