Selain itu, sebagian tugas diplomasi yang bersifat teknis dapat didelegasikan kepada Menteri Luar Negeri Sugiono untuk menghemat biaya perjalanan dan operasional.
“Apa yang saya katakan di sini adalah penyampaian perasaan kebanyakan rakyat yang murni dari nurani mereka,” ujar Dino.
Iklan
Menurutnya, masyarakat saat ini berharap para pemimpin menunjukkan kepekaan dan kepatutan dalam menggunakan anggaran negara, termasuk untuk agenda perjalanan internasional.
“Rakyat mengharapkan pemimpin mereka bisa menunjukkan kepekaan dan kepatutan dalam melakukan perjalanan ke luar negeri,” katanya.
Pemerintah Sebut Lawatan Prabowo Hasilkan Kerja Sama Strategis
Menanggapi kritik tersebut, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menyatakan pemerintah menghargai seluruh masukan yang disampaikan Dino Patti Djalal.
Namun, ia menegaskan bahwa setiap kunjungan kerja Presiden Prabowo selalu dirancang dengan mempertimbangkan manfaat konkret bagi kepentingan nasional.
Menurut Qodari, kunjungan Presiden ke Prancis baru-baru ini bukan agenda mendadak, melainkan telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya dengan berbagai target kerja sama strategis.
“(Kunjungan) Prancis itu sudah lama perencanaannya dan ada banyak aspek kerja sama yang dibahas di sana, mulai dari alutsista sampai ke logam jarang,” kata Qodari di Jakarta, Minggu (31/5).
Ia menjelaskan, salah satu tujuan utama kunjungan tersebut adalah memperkuat hubungan antarpemimpin negara yang dinilai penting untuk mendukung posisi Indonesia dalam berbagai isu strategis global.
“Karena ketika kita memerlukan dukungan dalam hal-hal yang sifatnya krusial, hal tersebut bisa kita dapatkan, sementara negara lain kan belum tentu bisa mendapatkan itu,” ujarnya.
Selain memperkuat kerja sama pertahanan, pemerintah juga mendorong kolaborasi di bidang pendidikan, energi, mineral kritis, hingga transfer teknologi.
“Yang pertama adalah di bidang ketahanan, karena kita semua tahu bahwa pemerintah Indonesia telah memperoleh sejumlah alat utama sistem persenjataan atau alutsista dari Prancis. Karena itu diperlukan transfer teknologi untuk penguasaan alutsista tersebut,” jelas Qodari.
“Jadi tidak sebatas membeli saja, tapi juga melakukan transfer teknologi,” lanjutnya.
Dari lawatan tersebut, Indonesia dan Prancis menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama baru dengan nilai mencapai US$3,5 miliar atau sekitar Rp61,25 triliun.
Empat Kesepakatan Strategis Indonesia-Prancis
1. Pembentukan Forum Bisnis Tingkat Tinggi
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama MEDEF International meluncurkan France-Indonesia High-Level Business Council (FI-HLBC).
Forum ini akan menjadi wadah dialog strategis pelaku usaha kedua negara dengan target meningkatkan nilai perdagangan bilateral hingga tiga kali lipat pada 2035 dari posisi saat ini sebesar US$2,6 miliar.
2. Kerja Sama Pertamina dan Schlumberger
PT Pertamina menjalin kolaborasi dengan SLB/PT Schlumberger Geophysics Nusantara dalam pengembangan teknologi migas dan energi bersih.
Kerja sama tersebut mencakup enhanced oil recovery (EOR), migas nonkonvensional, digitalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga program pengurangan emisi karbon melalui teknologi carbon capture and storage (CCS).
3. Kemitraan Pertamina dan TotalEnergies
Pertamina juga menandatangani kesepakatan strategis dengan TotalEnergies yang mencakup sektor hulu migas, LNG, energi terbarukan, biofuel, perdagangan energi, hingga pengembangan proyek rendah karbon dan kilang hijau.
4. Proyek Industri Pertahanan Danantara dan Thales
Danantara melalui PT Len Industri memvalidasi Letter of Intent (LoI) dengan perusahaan pertahanan Prancis, Thales.
Kerja sama tersebut meliputi pembangunan pabrik radar “Made in Indonesia”, pengembangan tactical data link, sistem komando dan kendali, fasilitas pemeliharaan radar, serta program pelatihan dan transfer teknologi bagi industri pertahanan nasional.
Pemerintah menilai berbagai kesepakatan tersebut menjadi bukti bahwa diplomasi luar negeri Presiden Prabowo tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghasilkan manfaat ekonomi, teknologi, dan strategis bagi Indonesia.
(tio/my)



