NGANJUK, ifakta.co – Kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026, disambut meriah oleh masyarakat. Ribuan warga, mulai dari pelajar hingga buruh, memadati sepanjang jalan menuju lokasi peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah.
Antusiasme yang terlihat di lapangan menunjukkan bahwa sosok Marsinah masih melekat kuat dalam ingatan publik, khususnya kalangan buruh. Kehadirannya tetap menjadi simbol perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia.
Prabowo tiba di Stadion Anjuk Ladang dan langsung disambut sejumlah pejabat tinggi. Di antaranya Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, serta Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto.
Iklan
Selanjutnya, Prabowo melanjutkan perjalanan menuju lokasi acara dengan menaiki kendaraan Maung. Kendaraan produksi dalam negeri itu menarik perhatian warga yang telah berjejer di sepanjang jalan.
Sepanjang perjalanan, suasana semakin semarak. Anak-anak sekolah melambaikan tangan dengan penuh semangat, sementara para buruh dari berbagai daerah di Jawa Timur menyuarakan dukungan mereka. Yel-yel penyemangat pun terdengar menggema mengiringi iring-iringan Presiden.
Prabowo beberapa kali tampak menyapa warga dari atas kendaraan. Ia melambaikan tangan dan tersenyum, yang langsung disambut riuh oleh masyarakat.
Salah satu perwakilan buruh asal Pasuruan, Sutaji, mengaku sengaja datang untuk menyambut Presiden sekaligus mengenang perjuangan Marsinah. Baginya, Marsinah bukan sekadar tokoh, melainkan simbol perlawanan dan harapan bagi kaum buruh.
“Untuk hari ini, sangat besar antusias dari buruh untuk mendatangi tempat Marsinah sebagai pahlawan buruh nasional, hidup Marsinah!” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan kepada Presiden Prabowo agar kesejahteraan buruh semakin meningkat di masa mendatang.
“Harapannya buruh semoga hidupnya lebih layak dan lebih baik. Buat Bapak Presiden. Terima kasih. Terima kasih, Pak,” tutur Sutaji.
(may/may)




