PAPUA PEGUNUNGAN, ifakta.co – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto bersama Satgas TNI membongkar dua ladang ganja siap panen di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Ladang tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Pengungkapan itu bermula dari laporan masyarakat Desa Ngutok, Distrik Oksibil, yang mencurigai adanya aktivitas ilegal di kawasan hutan sekitar permukiman warga.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Satgas TNI langsung melakukan penyisiran di lokasi yang dicurigai.
Iklan
Dalam operasi tersebut, aparat menemukan 55 batang pohon ganja setinggi sekitar 1,5 meter di lokasi pertama. Tanaman itu diketahui sudah memasuki masa siap panen.
Penyisiran kemudian dilanjutkan ke area hutan lain di sekitar Desa Ngutok. Dari lokasi itu, petugas kembali menemukan 80 batang pohon ganja tambahan.
Tidak berhenti di sana, Satgas TNI kembali menemukan ladang ganja kedua di Desa Esipding, Distrik Serambakon. Di area tersebut terdapat 81 batang pohon ganja dengan tinggi mencapai dua meter.
“Satgas T0 mengamankan tersangka berinisial L-U dan C-U, kemudian dibawa bersama 216 batang pohon ganja sebagai barang bukti ke Polsek terdekat, agar proses hukum segera berjalan,” kata Lucky dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5).
Diduga Bagian Jaringan KKB
Lucky menduga temuan itu hanya sebagian kecil dari ladang ganja yang tersebar di wilayah pedalaman Papua. Ia menyebut terdapat indikasi kuat bahwa tanaman ganja tersebut dibudidayakan oleh kelompok yang berafiliasi dengan KKB atau TPNPB-OPM.
Menurutnya, praktik penanaman ganja itu menjadi ancaman serius bagi masyarakat Papua, khususnya generasi muda.
“Sungguh miris dan ironis. Di saat mama-mama Papua berjuang menjaga anak-anak mereka dari narkoba di tanah kelahirannya, KKB/TPNPB-OPM justru menanam racun di tanah yang sama. Saya tegaskan ini bukan sekadar pelanggaran hukum, ini adalah pengkhianatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Selain membongkar ladang ganja, Letjen Lucky juga menyinggung pernyataan juru bicara KKB/TPNPB-OPM, Sebby Sambom, yang sebelumnya disebut mendukung budidaya ganja di Papua.
Pernyataan tersebut dinilai semakin memperkuat dugaan adanya keterlibatan kelompok bersenjata dalam praktik penanaman ganja di wilayah pedalaman.
“Seruan dan tindakan tersebut bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam kehidupan sosial dan masa depan anak-anak Papua,” tegas Lucky.
(min/my)




