JAKARTA, ifakta.co – Indonesia mulai memasuki fase persiapan pengembangan teknologi 6G, salah satunya melalui riset antena yang dijalankan oleh peneliti Pusat Riset Telekomunikasi (PRT) yang berada di bawah naungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Riset ini tidak hanya fokus pada peningkatan kecepatan sistem komunikasi, tetapi juga menuntut inovasi pada desain perangkat, khususnya antena sebagai komponen utama dalam jaringan generasi berikutnya.
Peneliti PRT BRIN, Yohanes Galih Adhiyoga, menjelaskan salah satu pendekatan yang sedang banyak dikaji adalah pengembangan antena mikrostrip multilayer.
Iklan
Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan gain dan mengontrol pola radiasi sinyal, meskipun menimbulkan tantangan saat diintegrasikan dengan perangkat elektronik modern.
“Riset tersebut turut dikembangkan PRT BRIN. Salah satu fokusnya adalah pengembangan antena mikrostrip, baik single‑layer maupun multilayer, untuk menjawab kebutuhan komunikasi generasi mendatang,” kata Yohanes, dilansir, Sabtu (2/5).
Menurutnya, dalam sistem komunikasi generasi terbaru, antena tidak lagi berdiri sendiri sebagai komponen tunggal, melainkan harus mempertimbangkan interaksi dengan berbagai komponen aktif seperti integrated circuit (IC), transistor, filter, dan jaringan pencatu daya pada satu perangkat.
Antena sebagai Bagian dari Rekayasa Sistem
Hal ini membuat pengembangan antena menjadi bagian dari rekayasa sistem yang lebih kompleks, bukan hanya sekadar perancangan bentuk dan struktur radiasi.
Yohanes menekankan bahwa riset 6G merupakan upaya jangka panjang yang perlu dipersiapkan sejak dini, meskipun implementasi 5G saat ini masih terus berkembang di lapangan.bpkhm.
“Saat ini, 5G memang masih dalam tahap pengembangan, tetapi riset tidak bisa berhenti di situ. Kita harus menyiapkan teknologi berikutnya,” jelas Yohanes.
“Jadi, ketika 6G benar‑benar diimplementasikan, kita tidak hanya mengganti nama, tetapi juga menghadirkan peningkatan kecepatan, latensi, dan performa yang sesuai dengan spesifikasi,” tandasnya.
Dalam sistem komunikasi generasi terbaru, antena tetap berperan sebagai komponen krusial karena berfungsi sebagai jalur utama keluar-masuknya sinyal radio.wartagereja.co+1
Riset Antena Mikrostrip dan Kebutuhan Aplikasi
Riset antena 6G yang dikembangkan di BRIN mencakup berbagai jenis antena mikrostrip, baik multilayer maupun single‑layer, dengan karakteristik yang disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi.
Beberapa desain dirancang untuk menghasilkan gain tinggi dengan pola radiasi optimal, sementara yang lain difokuskan pada bandwidth yang lebih lebar, sesuai dengan trade‑off yang harus diperhitungkan dalam perancangan.
Yohanes menyebut tantangan terbesar saat ini terletak pada integrasi antena dengan komponen aktif di dalam perangkat. Perangkat modern, seperti smartphone, kini memuat berbagai fungsi komunikasi dalam satu sistem, sehingga antena harus mampu bekerja secara optimal tanpa terganggu maupun mengganggu komponen lain di dalam perangkat.bpkhm.
Kepala PRT BRIN, Nasrullah Armi, menilai sektor telekomunikasi akan terus berkembang pesat, sehingga membutuhkan ketersediaan sumber daya manusia yang siap menghadapi teknologi masa depan.
“Kesempatan di bidang ini masih sangat luas. Mahasiswa perlu mulai menentukan minat sejak sekarang, karena riset 6G akan terus berkembang dan membutuhkan banyak talenta,” jelas Nasrullah.
(muh/min)


