Penyebab dan Dampak Konflik Israel-Palestina pada Oktober 2023

- Jurnalis

Sabtu, 21 Oktober 2023 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyebab dan Dampak Konflik Israel Palestina pada Oktober 2023. (Foto: Istimewa)

Penyebab dan Dampak Konflik Israel Palestina pada Oktober 2023. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, IFAKTA.CO – Kita sudah sering mendengar tentang konflik antara Israel dengan Palestina bukan? Nampaknya, hal tersebut sudah bukan lagi jadi rahasia umum, hal tersebut juga terlihat seperti konflik yang tak ada ujungnya.

Mengapa demikian? karena kita semua tahu bahwa konflik tersebut sudah terjadi sejak lama. Ada banyak sumber atau penyebab yang membuat Israel seperti musuh bebuyutan dengan Palestina.

Penyebabnya juga beragam antara lain perebutan kekuasaan, yang dimulai pada Konflik awal Palestina dan Israel terjadi setelah Perang Dunia I. Saat itu Inggris sebagai pemenang Perang Dunia I memberikan wilayah kekuasaan pada bangsa Yahudi melalui Deklarasi Balfour pada 1917.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada isi Deklarasi tersebut, pemerintah Inggris mendukung kediaman bagi bangsa Yahudi di kawasan Palestina. Berita konflik Palestina-Israel yang terbaru juga tak kalah mengerikannya dengan konflik sebelumnya, lantaran banyak sekali orang yang terluka akibat konflik terbaru ini, karena melibatkan suatu organisasi yang bernama Hamas.

Hamas merupakan Gerakan Islam Sunni dan Nasionalisme Palestina yang menentang pendudukan Zionis di wilayah tersebut. Konflik antara Israel dan Palestina kembali pecah. Hal ini terjadi saat kelompok Hamas yang menguasai Gaza meluncurkan serangan besar-besaran ke wilayah Israel pada Sabtu, 7 Oktober 2023.

Serangan itu menandai ketegangan dan konflik berkepanjangan antara kedua pihak. Saat ini Israel telah mengadakan serangan balik skala besar, dengan korban di kedua sisi telah menembus angka ribuan.

Serangan Hamas ini merupakan salah satu rangkaian baru dalam sejarah Israel-Palestina, serangan hamas terhadap Israel mendapatkan balasan dari pihak Israel, mereka berjanji untuk menghancurkan kelompok Hamas dalam serangannya di Gaza.

Namun Israel belum memiliki rencana akhir yang jelas untuk mengatur tanah Palestina yang hancur. Israel mengerahkan 360.000 tentara cadangan dan tanpa henti membombardir Palestina, setelah serangan Hamas di Israel selatan pada tanggal 7 Oktober yang menyebabkan sekitar 1.400 orang, sebagian besar warga sipil tewas.

Strategi langsung Israel, yang dijuluki “Operasi Pedang Besi” yang bertujuan menghancurkan infrastruktur Gaza, bahkan dengan mengorbankan banyak korban sipil, dengan mendorong penduduk wilayah tersebut menuju perbatasan Mesir sambal mengejar Hamas.

Korban yang terlibat juga tidak hanya dari pihak militer yang melakukan perang saja, seperti yang sudah dijelaskan diatas ada banyak warga sipil juga terkena dampaknya, bahkan banyak anak kecil yang menjadi korban perang tersebut.

Menurut sumber yang terdapat dalam artikel CNN Indonesia, disana tertulis konflik tersebut sudah memakan 4.700 korban pada update 18 oktober 2023. Bahkan, ada rumah sakit juga yang terkena serangan akibat perang tersebut, yaitu Rumah Sakit Baptis yang ada di jalur gaza yang terjadi pada 17 oktober 2023, yang memakan korban tewas sampai 500 orang.

Berulangnya konflik Israel-Palestina disebabkan oleh banyak faktor yang timbul antara kedua belah pihak. Serangan Hamas terhadap Israel tentu bukan awal dari sebuah perang melainkan sebuah ketegangan politik yang dimulai sejak bertahun-tahun lalu.

Perdamaian kedua belah pihak bisa tercapai apabila dunia internasional memperhatikannya tanpa melibatkan kepentingan lain. lewat langkah ini, kita semua berharap agar konflik Palestina-Israel menemukan titik perdamaian antara kedua negara tersebut dan tidak lagi harus mengorbankan nyawa jutaan warga sipil yang seharusnya tidak berhak merasakan dampak perang tersebut.

Dampak perang kali ini juga dikhawatirkan dapat memicu terjadinya perang dunia ke-3, maka dari itu banyak sekali dampak yang bisa dirasakan jika perang ini terus terjadi.

Editor : Reza Mahendra

Berita Terkait

Peran Pendidikan Politik Harus Mulai Diseriusi
AWK Berkelit Kasus Penutup Kepala itu Topi
Ahli Pers Drs. Kamsul Hasan, SH.,MH: UKW dan KKNI, Apa yang Membedakan?
Tumpang Tindih UU No.37/2004 tentang PKPU dan Kepailitan dengan Hak Eksekutorial
Bongkar Transaksi 300 T, Romo Benny Sebut Mahfud MD Gunakan Politik Ilahi
Penegakan Hukum yang Bermasalah di Indonesia
Mantan Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Ch. Bangun: Ada Apa dengan Dewan Pers ?
Ada Apa Dengan Dewan Pers ?

Berita Terkait

Rabu, 28 Februari 2024 - 22:05 WIB

Terus Genjot Kemampuan Kehumasan, Humas Polri Gelar Sertifikasi Tingkat Pama

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:36 WIB

Prabowo Subianto Resmi Dapat Pangkat Jenderal Kehormatan dari Jokowi

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:13 WIB

JMSI Bantu Pendidikan Jarak Jauh SiberMu

Kamis, 22 Februari 2024 - 16:25 WIB

Dinas Perumahan DKI Jakarta Diduga Dukung Oknum Warga Rusun City Garden untuk Langgar Peraturan

Rabu, 21 Februari 2024 - 23:13 WIB

Kasad Jenderal Maruli Simanjuntak: Program TNI AD Buka Peluang-peluang Baru Sejahterakan Masyarakat

Rabu, 21 Februari 2024 - 13:19 WIB

Didesak Dewan Pers, Presiden Jokowi Akhirnya Teken Perpres Publisher Right

Rabu, 21 Februari 2024 - 12:37 WIB

AHY Dilantik Jokowi Jadi Menteri ATR/BPN Gantikan Hadi Tjahjanto Hari Ini

Rabu, 21 Februari 2024 - 12:11 WIB

Hadiri Puncak HPN 2024, Jokowi Titipkan Dua Pesan Kepada Insan Pers Indonesia

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari ifakta

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca