Demi Raup Keuntungan, SMPN 4 Kota Tangerang Selatan Diduga Lakukan Pungli Berkedok Kas

- Jurnalis

Senin, 3 Juni 2024 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demi Raup Keuntungan, SMPN 4 Kota Tangerang Selatan Diduga Lakukan Pungli Berkedok Kas (Poto:ifakta.co/cil)

Demi Raup Keuntungan, SMPN 4 Kota Tangerang Selatan Diduga Lakukan Pungli Berkedok Kas (Poto:ifakta.co/cil)

KOTA TANGSEL, ifakta.co – Maraknya pungutan liar (Pungli) di kalangan sekolah masih mewarnai dunia pendidikan negeri ini, masih saja terdengar jelas. Seperti kabar yang tersiar di SMP Negeri ternama 4, Komplek Pamulang Permai 1, RT.10/RW.12, Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

Hal ini membuat sejumlah kalangan menduga pihak sekolah memanfaatkan momen keperluan sekolah untuk meraup keuntungan dari hasil iuran para wali murid.

Dari hasil informasi yang di himpun dari berbagai sumber, bahwa kisaran untuk keperluan sekolah menelan biaya yang sangat fantastis yakni di tafsir Rp.40 ribu hingga Rp.300 ribu per-siswa/i setiap bulannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun, pungutan tersebut dimanfaatkan oleh sekolah melalui orang tua siswa yang menjadi koordinator kelas (Korlas) untuk membayar Uang Kas dan Listrik maupun berbagai kebutuhan yang seharusnya menjadi tanggung-jawab pihak sekolah dengan menggunakan dana BOS.

Baca juga :  Peringatan Harlah Pancasila Ala Kadarnya, Pj Walikota Tangerang Diminta Evaluasi Kepala Kesbangpol

“Uang tersebut digunakan untuk Listrik AC Rp. 20.000 dan Uang kas Rp. 20.000. Yah harus bagaimana lagi, mau protes takut siswanya yang di gencet,” ujar sumber kepada ifakta.co, Senin (03/06).

Menurut salah kedua siswi yang baru duduk di kelas 1 juga membenarkan adanya pungutan wajib (kas) setiap bulan yang di bayarkan melalui orang tua siswa yang menjadi koordinator kelas (Korlas)

“Iya pak, mama aku bayar Rp.300 ribu setiap bulannya untuk uang kas,” jawabnya.

“Mama aku juga bayar Rp.250 ribu, beda kelas, beda-beda pak iurannya,” timpal temannya.

Baca juga :  Kuasa Hukum RS, Ajukan Penangguhan Penahanan Usai Kejari Tetapkan Jadi Tersangka

“Kalau untuk kas kita siswa di kelas beda lagi, kegunaannya untuk membeli perlengkapan kebersihan, spidol, dan lainnya,” sahutnya lagi.

Selain itu, salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya juga ada yang membenarkan terkait adanya uang kas tersebut.

“Selain untuk listrik AC, yah buat ngasih THR guru mas,” ujarnya.

Kendati demikian, Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 4 Kota Tangerang Selatan, Lukman Firdaus saat di konfirmasi mengenai adanya dugaan Pungli tersebut tidak sedang berada di tempat. Pasalnya, Kepsek sedang Dinas di Bandung.

“Kepala Sekolah SMPN 4 Kota Tangerang Selatan sedang di Bandung ada acara Dinas mas. Sedangkan Wakil Kepala Sekolah, Humas hingga yang lainnya sedang ada rapat di Dinas Pendidikan terkait PPDB,” ucap Enjang sapaan akrabnya.

Baca juga :  Kodim 0510/Tigaraksa gelar Upacara hari lahir Pancasila

Sebagai informasi, dalam Perpres No.87 Tahun 2016 terkait kegiatan Pungli yang ada di sekolah itu dilarang.

Merujuk pada Pasal 9 (1) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.44 Tahun 2012 tentang pungutan dan sumbangan biaya pendidikan pada satuan dasar menyatakan Satuan Pendidikan Dasar yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan/Pemerintah Daerah dilarang memungut biaya satuan pendidikan.

Pemerintah menjamin pendidikan dasar tanpa pungutan, terutama untuk pendidikan SD, SMP, dan SMA atau SLTA sederajat, aturan ini juga memuat ancaman sanksi bagi yang melanggar, yaitu berupa sanksi disiplin PNS dan hukuman pidana.

Berdasarkan keterangan di atas pihak sekolah dilarang sepeserpun melakukan pungutan kepada siswa, dengan alasan apapun.(ACL/Za)

Berita Terkait

Pergantian Kepsek SD Yunike Andreas Di Nilai Cacat Administrasi
Dandim 0510/Tigaraksa Dampingi Danrem dalam  Pengamanan Kunjungan Wapres RI
Imbas Tak Ada Kouta PPPK, Guru Swasta Kemenag Gelar Unjuk Rasa
Luput Dari Pengawasan, Bangunan Pabrik Diduga Belum Kantongi PBG Sudah Berdiri
Danramil 08/Krj: Urban Farming di Kronjo Dukungan Untuk Kemandirian Pangan Lokal
KPU Kota Tangerang Libatkan Ormas Kawal Pilkada Serentak yang Berkualitas
Ketahanan Pangan Koramil 07/Kresek, Rawat Urban Farming dengan konsisten
Puluhan Guru SD Yunike Andreas Terancam Tidak Mendapatkan Insentif

Berita Terkait

Minggu, 14 Juli 2024 - 19:16 WIB

Selamat buat Bang Haekal yang dinobatkan sebagai Abang Favorit Jakarta Pusat 2024

Sabtu, 13 Juli 2024 - 19:33 WIB

Dhany Sukma : Pemilihan Abnon Salah Satu Upaya Apresiasi dan Lestarikan Budaya Betawi.

Sabtu, 13 Juli 2024 - 19:24 WIB

Haji Sarmilih.SH Ketua DPD Forkabi Jakbar Buka Musran Kecamatan Kembangan

Jumat, 12 Juli 2024 - 20:37 WIB

Posko Relawan Pemadam Kebakaran Kelurahan Kebon Kosong Resmi Dioperasionalkan

Jumat, 12 Juli 2024 - 20:07 WIB

PHK Sepihak, CRI Diduga Mempekerjakan TKA Tidak Sesuai Peraturan

Minggu, 7 Juli 2024 - 21:06 WIB

Tonil Kampung Ikan Menambah Tontonan Bernuansa Komedi

Minggu, 7 Juli 2024 - 11:36 WIB

Hijaukan Lingkungan Warga Cempaka Putih Tanam Pohon dan Jalan Sehat Bersama

Sabtu, 6 Juli 2024 - 11:42 WIB

Pameran Flora dan Fauna Jakarta 2024 Dihadiri Ribuan orang walau Gerismis

Berita Terbaru

Puluhan guru swasta Kemenag gelar unjuk rasa imbas dari tidak adanya Kouta PPPK. (Foto: Istimewa)

Pendidikan

Imbas Tak Ada Kouta PPPK, Guru Swasta Kemenag Gelar Unjuk Rasa

Minggu, 14 Jul 2024 - 13:25 WIB

PT Ken Raya Indonesia (KRI) usai membuka resmi dan pemotongan tumpeng cabang ketiganya bernama Toko Ken. (Foto: dok.Ifakta.co/Za)

Ekonomi & Bisnis

Grand Opening Toko Ken, Distributor Resmi Kusen Aluminium YKK AP

Minggu, 14 Jul 2024 - 10:21 WIB

Eksplorasi konten lain dari ifakta.co

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca