Bermotif Dendam, Seorang Residivis di Nganjuk Dikeroyok Hingga Tewas

  • Whatsapp

NGANJUK ifakta.co – Warga Desa Sumber urip Kecamatan Berbek dibuat gempar dengan ditemukannya sosok mayat di tepi jalan di Dusun Tirip tepatnya didepan halaman rumah warga dalam kondisi berlumuran darah pada Minggu pagi selepas subuh (27-02-22).

Diketahui korban bernama Event Suhartono(34 th) yang merupakan warga Dusun Tirip Desa Sumber Urip, Berbek.

Bacaan Lainnya

Polisipun bergerak cepat untuk mengungkap dalang dibalik penemuan mayat tersebut.Tak sampai 24 jam, Tim gabungan Satreskrim Polres Nganjuk bersama Unit Reskrim Polsek Berbek berhasil membongkar misteri terbunuhnya Event Suhartono melalui kerja kerasnya.

Dalam wawancara Door Stop di depan ruang kerjanya pada Senin (28/02/22), Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP I Gusti Agung Ananta mengatakan, Event meninggal lantaran dikeroyok oleh sekelompok orang.

“Korban dikeroyok oleh 13 orang dan mendapatkan lemparan batu, pukulan benda tajam dan juga pukulan kayu hingga meregang nyawa dan tewas di lokasi kejadian dengan kondisi luka di sekujur tubuhnya,” ungkap Gusti.

Menurutnya pengeroyokan tersebut bermotif dendam.Diketahui Event Suhartono adalah seorang residivis yang sudah keluar masuk penjara.

“ES adalah seorang residivis yang sudah empat kali masuk penjara diantaranya; Polres Nganjuk, Polres Madiun dan Polres Kediri karena terlibat kasus pencurian, pengeroyokan, penganiayaan dan juga kasus narkoba,” urai Gusti.

Ia juga mengatakan jika Event diketahui kerap melakukan tindakan kurang terpuji di Desa Tirip dengan melakukan pemalakan pada warga sekitarnya, menggedor bahkan memaksa para istri di sana untuk diperkosa.

“Pihak Polsek Berbek juga sudah sering melakukan peringatan kepada korban namun tidak diindahkan,” tuturnya.

Barang Bukti Tindak Kejahatan yang digunakan untuk menghabisi korban.

“Oleh sebab itu beberapa korban perilaku buruk ES berkumpul pada Sabtu malam (26/02) , saat korban melintas di depan mereka, lantas 13 orang tersebut sepakat melakukan pengeroyokan,” tandasnya.

Dari hasil interogasi petugas terhadap 8 pelaku yang berhasil diamankan, semuanya memberi kesaksian bahwa mereka sebelumnya adalah korban perilaku ES yang tak terpuji.

Dikatakannya, mereka geram kepada korban yang semasa hidupnya sering membuat onar dan suka memalak, bahkan kedua orang tua korban sendiri tidak luput dari aksi tak terpuji korban,” tutur AKP I Gusti Ananta.

Ada yang mengaku dipalak dan ada yang mengaku rumahnya kerap dibobol dan masuk menyelinap melalui jendela belakang.

Sementara itu, kedelapan pelaku tersebut, yakni Efd (26 tahun), MA (28), Ron (26), Har (24), HF (22), TI (34), FJ (18), dan Muh (18) yang kesemuanya adalah warga Dusun Tirip, namun dua diantara para pelaku masih anak – anak.

“Pada dua orang pelaku anak- anak lantaran sudah berusia 12 tahun maka akan tetap diproses dan dilakukan penahanan,” ujarnya.

Dari TKP berhasil diamankan barang bukti berupa celurit, batu bata, batako dan kayu yang tertumpuk dibawah tubuh korban dengan sepeda motor Honda Kharisma.

I Gusti Ananta menyebut pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku lain dan berharap mereka menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib.

“Kami harap pada 5 DPO untuk secepatnya menyerahkan diri dengan suka rela, atas perintah bapak Kapolres kami akan kejar para pelaku sampai di manapun, negara kita negara hukum tidak dibenarkan melakukan tindakan persekusi atau main hakim sendiri meskipun korban seorang residivis, untuk saat ini Pasal yang disangkakan Pasal 170 ayat 1, 2, 3 huruf e dengan ancaman hukuman selama 12 tahun penjara ,” pungkasnya.

(MAYANG).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.