Tingkatkan Etos Kerja Dalam Pemilu dan Pemilukada Mendatang, Bawaslu Nganjuk Lakukan Evaluasi

iFakta.co, NGANJUK – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Nganjuk melakukan Evaluasi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, bertempat di Ballroom Hotel Front One Jl. Raya Bengawan Solo Komplek Perum Graha City No.1 Begadung, Nganjuk pada Jumat (16/10/20).

Evaluasi tersebut diinisiasi oleh Bawaslu Kabupaten Nganjuk yang dihadiri oleh stakeholder terkait diantaranya; Perwakilan Kejari, Parpol, KPU, Pemantau Pemilu, BEM Kampus Kabupaten Nganjuk, PMII, dan HMI.

M. Yaskur seorang akademisi dari Universitas Diponegoro Nganjuk yang juga mantan ketua KPU Kabupaten Nganjuk periode 2009 – 2014 hadir sebagai pembicara menyoroti tentang ambang batas pencalonan Presiden dan juga fungsi partai.

“Tentang fungsi Parpol hendaknya partai itu menjadi tempat kaderisasi calon dari bawah hingga ke atas sehingga tertempa menjadi orang militan yang punya program bagus, tidak asal comot dari luar partai saja, dan juga hendaknya menyiapkan program sejak awal sehingga jelas visi misinya,” imbuh M. Yaskur.

Sementara itu Ketua Bawaslu Kabupaten Nganjuk Abdul Azis menjalaskan tujuan diadakannya giat Evaluasi tersebut.

“Evaluasi ini diadakan  Bawaslu sebagai wahana untuk menyerap berbagai aspirasi baik berupa kritik dan saran dari semua stakeholder terkait untuk kemudian dijadikan bahan Bawaslu untuk membuat sistem kerja yang lebih baik, terutama dalam peningkatan pemahaman pengawasan partisipatif masyarakat,” ujar pria yang akrab di sapa Azis itu.

Pada iFakta.co ia juga mengatakan, terobosan yang akan ditempuh Bawaslu yakni dengan membuat beberapa kegiatan, salah satunya membuat MoU dengan beberapa Kepala Desa untuk dijadikan sebagai “Desa Anti Money politik dan Desa Partisipatif,” di ajang Pemilu mendatang.

Hal lain yang riskan dan perlu di evaluasi menurut Azis adalah banyaknya masyarakat yang belum mengetahui peraturan-peraturan terkait Pemilu.

“Sebagai lembaga Independent yang juga berada di ruang politik Bawaslu juga berhak membantu tugas Parpol dalam memberi pemahaman politik misal; Pemilu itu apa, Pilkada itu apa, UU yang mengaturnya apa, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh, dan sebagainya,” kata Ketua Bawaslu.

Mengingat akan pentingnya pemahaman itu, Bawaslu Nganjuk akan mengkampanyekan bahwa segala informasi terkait seputar Pemilu saat ini sudah bisa diakses melalui Website Bawaslu dan Website KPU.

Vina Lutfiana Rahmawati selaku moderator, di depan awak media juga menyebutkan hasil dari giat Bawaslu siang itu.

“Dari hasil Evaluasi kali ini, kami menerima beberapa masukan terkait dengan fungsi pencegahan, pengawasan dan penanganan pelanggaran,” ungkap Vina.

Ia berharap  kedepannya dari semua elemen masyarakat bersama Bawaslu sama-sama mengawasi tahapan-tahapan Pemilu dan Pilkada serta berpartisipasi secara langsung untuk melaporkan, bilamana ada dugaan pelanggaran.*(May)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here