JAKARTA, ifakta.co – Ukurannya kecil, tetapi kuaci menyimpan cukup banyak zat gizi. Camilan dari biji bunga matahari ini tidak hanya menawarkan rasa gurih. Di dalamnya terdapat protein, lemak tak jenuh, serat, vitamin, mineral, dan senyawa antioksidan.
Karena itu, kuaci dapat menjadi salah satu pilihan camilan dalam pola makan seimbang. Namun, jenis kuaci tetap perlu mendapat perhatian. Produk dengan tambahan garam atau bumbu dalam jumlah tinggi tentu memiliki kandungan natrium yang lebih besar.
Selain itu, kuaci memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi dalam porsi kecil. Jadi, konsumsi secukupnya tetap menjadi kunci untuk memperoleh manfaatnya.
Iklan
Kandungan Kuaci
Kuaci berasal dari biji bunga matahari. Masyarakat biasanya mengonsumsi biji tersebut setelah memanggang atau mengeringkannya.
Dalam sekitar 30 gram biji bunga matahari, terdapat sekitar 160 kalori. Porsi tersebut juga menyediakan sekitar 14 gram lemak, 6 gram protein, 7 gram karbohidrat, dan 3 gram serat.
Selain itu, kuaci mengandung vitamin E, vitamin B6, folat, magnesium, selenium, zinc, zat besi, mangan, dan tembaga. Biji bunga matahari juga mengandung berbagai senyawa tumbuhan, termasuk flavonoid dan asam fenolik.
Kombinasi zat gizi tersebut membuat kuaci menarik sebagai bagian dari menu sehari-hari. Meski begitu, manfaatnya tetap bergantung pada pola makan secara keseluruhan.
Manfaat Kuaci bagi Kesehatan
1. Membantu memenuhi kebutuhan mineral
Kuaci menyediakan sejumlah mineral penting bagi tubuh. Magnesium, misalnya, berperan dalam fungsi otot dan saraf. Sementara itu, zinc mendukung berbagai proses dalam sistem kekebalan tubuh.
Selain itu, selenium membantu kerja sejumlah enzim dan sistem antioksidan tubuh. Karena itu, kuaci dapat menjadi salah satu sumber mineral dalam pola makan yang beragam.
2. Mendukung kesehatan jantung
Kuaci mengandung lemak tak jenuh tunggal dan ganda. Jenis lemak tersebut dapat menjadi pilihan yang lebih baik daripada sumber lemak jenuh jika seseorang mengonsumsinya dalam jumlah yang sesuai.
Selain itu, kandungan serat, vitamin E, magnesium, dan senyawa tumbuhan turut mendukung pola makan yang baik untuk kesehatan jantung. Namun, kuaci bukan obat untuk penyakit kardiovaskular.
3. Membantu menjaga kesehatan kulit
Vitamin E dalam biji bunga matahari memiliki aktivitas antioksidan. Nutrisi tersebut membantu melindungi sel tubuh dari tekanan oksidatif.
Kuaci juga menyediakan asam lemak esensial yang tubuh perlukan. Nutrisi tersebut berperan dalam menjaga fungsi pelindung kulit.
4. Membantu mengontrol berat badan
Protein dan serat dalam kuaci dapat membantu memberikan rasa kenyang. Karena itu, kuaci bisa menjadi pilihan camilan ketika seseorang ingin mengatur pola makan
5. Mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh
Zinc dan selenium dalam kuaci mendukung kerja sistem kekebalan tubuh. Tubuh membutuhkan kedua mineral tersebut untuk menjalankan berbagai fungsi biologis.
Selain itu, vitamin E turut berperan sebagai antioksidan. Dengan begitu, kuaci dapat melengkapi asupan zat gizi yang tubuh perlukan untuk menjaga fungsi imun.
6. Membantu menjaga kadar gula darah
Kandungan serat, lemak, dan protein membuat kuaci memiliki komposisi yang berbeda dari camilan tinggi gula. Sejumlah penelitian juga menunjukkan potensi biji bunga matahari dalam membantu pengelolaan kadar gula darah.
7. Mendukung kesehatan tulang
Kuaci menyediakan magnesium, fosfor, dan sejumlah mineral lain yang tubuh perlukan untuk menjaga struktur serta fungsi tulang.
Karena itu, memasukkan biji bunga matahari ke dalam pola makan seimbang dapat membantu memenuhi kebutuhan mineral. Namun, kesehatan tulang juga membutuhkan protein, kalsium, vitamin D, serta aktivitas fisik yang memadai.
8. Membantu memenuhi kebutuhan energi
Kuaci mengandung lemak, protein, dan karbohidrat. Tubuh dapat menggunakan zat gizi tersebut sebagai sumber energi.
Selain itu, biji bunga matahari mengandung vitamin B yang terlibat dalam proses metabolisme energi. Karena itu, kuaci dapat menjadi camilan praktis di sela waktu makan.
9. Berpotensi membantu mengurangi peradangan
Biji bunga matahari mengandung vitamin E dan berbagai senyawa tumbuhan. Beberapa komponen tersebut memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi memengaruhi proses peradangan.
Sejumlah penelitian mengaitkan konsumsi biji-bijian dengan penanda peradangan yang lebih rendah. Namun, hasil tersebut tidak berarti kuaci dapat mengobati penyakit akibat peradangan.
10. Mendukung kesehatan otot
Protein dalam kuaci dapat membantu memenuhi kebutuhan protein harian. Tubuh membutuhkan protein untuk mempertahankan dan memperbaiki jaringan, termasuk otot.
Selain itu, kandungan magnesium juga mendukung fungsi normal otot. Karena itu, kuaci dapat menjadi tambahan camilan bagi orang yang aktif secara fisik.
Perhatikan Jenis dan Porsinya
Kuaci memang memiliki banyak zat gizi. Namun, konsumsi berlebihan tetap dapat meningkatkan asupan kalori. Karena itu, batasi porsinya dan jangan menjadikan kuaci sebagai satu-satunya sumber nutrisi.
Selanjutnya, pilih kuaci tanpa garam atau dengan kadar natrium rendah. Kuaci berbumbu dapat mengandung natrium cukup tinggi sehingga kurang ideal jika seseorang mengonsumsinya terlalu sering.
Jangan pula memakan cangkangnya. Cangkang biji bunga matahari sulit dicerna dan dapat menimbulkan masalah pada saluran pencernaan jika tertelan dalam jumlah banyak.
Pada akhirnya, kuaci dapat menjadi camilan bernutrisi jika seseorang mengonsumsinya secara wajar. Padukan dengan pola makan beragam agar kebutuhan gizi tubuh tetap terpenuhi.
(naf/lex)



