BANYUMAS, ifakta.co – Harapan Agis Suryati (41) belum surut meski beberapa hari berlalu tanpa kabar dari suaminya. Windianto (41), warga Desa Sawangan Wetan, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, masih belum diketahui keberadaannya setelah Kapal Virgo Transport 8 mengalami insiden di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Agis terus menunggu informasi mengenai kondisi suaminya. Ia berharap tim pencarian segera menemukan Windianto dalam keadaan selamat.

“Sampai saat ini belum ada kabar sama sekali. Pikiran saya macam-macam. Mudah-mudahan ada kabar baik dan dia bisa pulang ke rumah dengan selamat. Semalam kami sudah doa bersama,” kata Agis, Selasa (15/9).

Iklan

Windianto berangkat menuju Banjarmasin, Kalimantan, untuk mengantarkan muatan menggunakan truk ekspedisi. Ia menjalankan perjalanan tersebut bersama rekannya, Arifin.

Keduanya berangkat pada Kamis (10/9) malam. Perjalanan menuju Kalimantan sebenarnya sudah menjadi rutinitas bagi Windianto.

Menurut Agis, Arifin sempat membangunkan suaminya ketika kapal mulai miring. Windianto sempat terbangun. Namun, Arifin kemudian memilih menyelamatkan diri karena kondisi kapal semakin membahayakan.

“Suami berangkat berdua sama Arifin, temannya. Temannya sempat membangunkan ketika kapalnya miring. Suami saya sempat bangun, tetapi temannya langsung pergi menyelamatkan diri karena kapalnya sudah miring,” ujar Agis.

Sebelum insiden terjadi, komunikasi Agis dengan Windianto masih berjalan seperti biasa. Pesan terakhir dari suaminya masuk melalui WhatsApp pada Minggu (13/9) pukul 00.26 WIB.

Saat itu, Agis sempat bertanya kepada Windianto mengenai kasur yang ia beli. Barang tersebut rencananya akan ia gunakan untuk anak mereka ketika menonton televisi.

“WhatsApp terakhir pukul 00.26 WIB Minggu. Saya tanya, ‘Bapak beli kasur karena ada paketan ke rumah?’ Cuma dia balas, ‘Sudah malam.’ Katanya buat anak tiduran kalau nonton televisi,” kata Agis.

Setelah pesan tersebut, Agis tidak lagi menerima kabar dari suaminya. Ia kemudian mengetahui informasi mengenai kondisi kapal pada Minggu pagi.

Saat itu, Agis sedang berjualan. Saudara dan keponakannya lalu menyampaikan kabar mengenai insiden yang menimpa kapal tersebut.

“Saya diberi tahu saudara dan keponakan. Minggu pagi sekitar pukul 10 kurang. Saat itu saya sedang berjualan,” ujar Agis.

Windianto Rutin Mengantar Muatan ke Kalimantan

Windianto sudah bekerja sebagai sopir ekspedisi selama sekitar sembilan tahun. Ia juga rutin melakukan perjalanan menuju Kalimantan selama lebih dari lima tahun.

Agis mengatakan suaminya bisa melakukan perjalanan ke Kalimantan sedikitnya dua kali dalam sebulan. Setiap perjalanan biasanya membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk mencapai tujuan.

“Sudah sering, dalam sebulan paling tidak dua kali. Itu sudah berlangsung lebih dari lima tahun. Paling cepat kalau pergi satu minggu. Kalau sampai sana, dia menunggu muatan lagi sebelum pulang,” kata Agis.

Tujuan perjalanan kali ini adalah Banjarmasin. Windianto membawa muatan menggunakan truk ekspedisi. Namun, komunikasi selama perjalanan memang tidak selalu lancar.

Agis memahami kondisi tersebut karena perjalanan menuju Kalimantan melewati wilayah yang minim jaringan komunikasi. Ketika kapal sudah berada di tengah perjalanan, komunikasi melalui telepon dapat terputus.

“Tujuannya ke Banjarmasin. Karena beda barang, beda tempat. Kalau sudah di tengah perjalanan biasanya tidak ada sinyal,” ujar Agis.

Meski sudah terbiasa bepergian jauh, Windianto selalu berpamitan kepada keluarga sebelum berangkat. Kebiasaan tersebut juga ia lakukan setiap kali mendapat tugas perjalanan.

“Setiap pergi, dia selalu pamit, mau berangkat jam berapa pun,” kata Agis.

Windianto dan Agis memiliki tiga anak. Kini, ketiga anak tersebut ikut merasakan kecemasan karena sang ayah belum kunjung ditemukan.

“Anak-anak sempat menangis ketika mendengar bapaknya belum ditemukan,” ujar Agis.

Keluarga masih berharap tim pencarian segera menemukan Windianto. Sebelum insiden terjadi, perjalanan Windianto bahkan hampir mencapai tujuan.

Agis mendapat informasi bahwa kapal tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar lima jam lagi untuk tiba di Banjarmasin.

“Informasinya (sebelum kejadian) sebenarnya lima jam lagi sudah nyandar di Banjarmasin,” kata Agis.

Namun, hingga Selasa (15/9), keluarga masih menunggu kabar mengenai keberadaan Windianto. Agis pun berharap pencarian segera membuahkan hasil.

Sementara itu, Kapal Virgo Transport 8 sebelumnya mengalami hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA.

Kapal tersebut berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9). Saat itu, kapal membawa 243 penumpang.

Basarnas kemudian melakukan pencarian terhadap para penumpang. Hingga Senin (14/9) pukul 11.00 WITA, petugas telah menemukan 114 korban.

Dari jumlah tersebut, 108 orang berhasil selamat. Sementara itu, enam korban lain meninggal dunia.

Dengan demikian, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 penumpang Kapal Virgo Transport 8.

Pencarian terhadap para korban masih menjadi perhatian utama. Bagi keluarga Windianto, setiap informasi dari tim pencarian menjadi harapan untuk mengetahui kondisi orang yang mereka cintai.

Agis juga terus menunggu kabar tersebut. Ia berharap suaminya segera ditemukan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

(naf/lex)

Iklan