JAKARTA, ifakta.co – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini mengawali perdagangan dengan penguatan. Pada Selasa, 15 September 2026, IHSG berada di level 6.544,77 atau naik sekitar 10 poin setara 0,15 persen dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin, IHSG berakhir di zona merah setelah terkoreksi tipis 0,10 persen ke level 6.534,69. Dalam sesi perdagangan tersebut, indeks sempat mengalami tekanan cukup dalam hingga menyentuh level terendah 6.371.

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mencermati ruang pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini. Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks masih bergerak terbatas dengan kecenderungan sideways.

Iklan

“IHSG bahkan sempat menyentuh level terendah di 6.371. Sehingga hari ini, secara teknikal IHSG diprakirakan bergerak sideways di kisaran 6.400-6.600,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Selasa, 15 September 2026.

Selain indikator teknikal, investor juga memperhatikan perkembangan kebijakan fiskal pemerintah. Salah satu sentimen yang menjadi perhatian pasar yakni pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pergantian Menteri Keuangan tersebut menjadi perhatian investor karena berkaitan dengan arah pengelolaan fiskal pemerintah. Pasar berharap perubahan tersebut tetap menjaga kredibilitas serta disiplin fiskal.

“Pergantian pos Menteri Keuangan ini diharapkan akan lebih menjaga kredibilitas dan disiplin fiskal. Sehingga menjaga defisit APBN tetap aman di bawah batas tiga persen,” ujar Tim Phintraco.

Phintraco menilai pengalaman Suahasil Nazara sebagai Wakil Menteri Keuangan dapat membantu proses transisi kebijakan. Pengalaman tersebut dinilai memberi pemahaman mengenai postur anggaran sehingga pelaksanaan kebijakan fiskal dapat berjalan lebih lancar.

Investor juga menaruh harapan terhadap konsistensi kebijakan fiskal di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan yang baru. Kepercayaan pasar menjadi salah satu faktor penting bagi stabilitas ekonomi dan pasar keuangan Indonesia.

“Investor berharap kredibilitas dan konsistensi fiskal dari Menteri baru ini. Sehingga dapat mengembalikan kepercayaan investor domestik dan global terhadap ekonomi makro dan pasar keuangan Indonesia,” kata mereka.

Menurut Phintraco, meningkatnya kepercayaan investor berpotensi menarik aliran modal asing ke pasar domestik. Kondisi tersebut juga dapat memberikan dukungan terhadap nilai tukar rupiah.

Selain itu, kepercayaan pasar yang membaik diharapkan turut menjaga stabilitas imbal hasil Surat Berharga Negara atau SBN. Stabilitas tersebut pada akhirnya dapat memberikan sentimen terhadap pergerakan IHSG.

Namun, pasar saham tetap menghadapi potensi fluktuasi dalam jangka pendek akibat pergantian Menteri Keuangan. Investor masih menunggu arah kebijakan serta langkah konkret yang akan diterapkan.

“Bagi bursa saham, dampak pergantian Menkeu dalam jangka pendek diperkirakan cenderung fluktuatif. Sedangkan jangka panjang, investor menantikan realisasi kebijakan yang diterapkan oleh Menteri Keuangan yang baru,” ujar mereka.

Dari pasar global, investor juga mencermati perkembangan bursa Amerika Serikat. Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin.

Pelaku pasar global masih menunggu arah kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Pasar memperkirakan bank sentral Amerika Serikat tersebut akan menaikkan suku bunga pada bulan ini.

Sentimen global tersebut dapat memengaruhi pergerakan pasar keuangan domestik. Karena itu, investor perlu mencermati perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat bersamaan dengan dinamika kebijakan fiskal Indonesia.

Dengan berbagai sentimen tersebut, Phintraco memperkirakan IHSG hari ini masih bergerak terbatas. Pelaku pasar akan mencermati level teknikal sekaligus menunggu perkembangan kebijakan Menteri Keuangan baru dan sentimen dari pasar global.

(den/joj)

Iklan