JAKARTA, ifakta.co – Aktivitas vulkanik sejumlah gunung api di Indonesia kembali meningkat pada Senin, 7 September 2026 pagi. Hingga pukul 08.40 WIB, setidaknya tiga gunung api tercatat mengalami erupsi.

Ketiga gunung tersebut yakni Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, serta Gunung Semeru di Jawa Timur.

Erupsi ketiga gunung api itu terjadi pada waktu yang berbeda. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat aktivitas letusan masing-masing gunung berdasarkan hasil pemantauan seismograf dan pengamatan visual.

Iklan

Gunung Ibu

Gunung Ibu di Maluku Utara kembali menunjukkan aktivitas erupsi sejak Minggu, 6 September 2026. Hingga Senin pagi, gunung tersebut tercatat mengalami tiga kali erupsi.

Erupsi Gunung Ibu terjadi pada pukul 00.16 WIT, kemudian 06.16 WIT, dan kembali terjadi pada pukul 07.33 WIT.

Pada erupsi terakhir pukul 07.33 WIT, kolom abu teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak. Material abu terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah utara.

“Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Senin, 07 September 2026, pukul 07:33 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 1825 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 44 detik,” tulis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Senin (7/9).

Gunung Ili

Sementara itu, Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, juga mengalami erupsi dalam 48 jam terakhir.

Hingga Senin pagi, PVMBG mencatat dua kali erupsi Gunung Ili Lewotolok. Letusan tersebut berlangsung pada pukul 05.41 WITA dan 06.15 WITA.

Erupsi kedua pada pukul 06.15 WITA menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 600 meter di atas puncak. Ketinggian tersebut setara sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut.

PVMBG mencatat kolom abu hasil erupsi berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Abu bergerak ke arah barat daya.

“Terjadi erupsi G. Ili Lewotolok pada hari Senin, 07 September 2026, pukul 06:15 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 600 m di atas puncak (± 2023 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 66 detik,” tulis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Senin (7/9).

Sebelumnya, Gunung Ili Lewotolok juga mengalami erupsi pada pukul 05.41 WITA. Pada erupsi tersebut, kolom abu kembali mencapai sekitar 600 meter di atas puncak.

Aktivitas vulkanik juga terjadi di Jawa Timur. Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Senin, 7 September 2026, pukul 04.50 WIB.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi Gunung Semeru terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 17 mm.

Gunung Semeru

Durasi erupsi tercatat selama 112 detik. Namun, petugas tidak mengamati secara visual letusan Gunung Semeru dalam kejadian tersebut.

Dengan demikian, hingga Senin pagi, tiga gunung api di wilayah berbeda tercatat mengalami erupsi. Gunung Ibu berada di Maluku Utara, Gunung Ili Lewotolok berada di Nusa Tenggara Timur, sedangkan Gunung Semeru berada di Jawa Timur.

Catatan aktivitas tersebut menunjukkan pemantauan terhadap gunung api di Indonesia terus berlangsung. PVMBG mencatat setiap kejadian erupsi melalui pengamatan visual dan seismograf untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik masing-masing gunung.

(sib/lex)

Iklan