JAKARTA, ifakta.co – Presiden Prabowo Subianto mengundang Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria untuk mendampinginya dalam pertemuan dengan Presiden Timor-Leste Jose Ramos-Horta.
Pertemuan tersebut berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan dirinya bersama Mendiktisaintek mendapat undangan langsung dari Presiden Prabowo untuk mendampingi agenda pertemuan dengan Presiden Timor-Leste.
Iklan
“Hari ini tentu kami diundang oleh Pak Presiden untuk mendampingi Beliau karena pertemuan dengan Presiden Timor Leste,” ujar Arif.
Menurut Arif, setelah agenda pertemuan Prabowo dan Presiden Timor-Leste selesai, terdapat kemungkinan pembahasan sejumlah isu lain yang berkaitan dengan perkembangan situasi terkini.
Selain itu, BRIN juga berpeluang menyampaikan kontribusi lembaga tersebut dalam memberikan solusi melalui pengembangan riset dan inovasi.
“Biasanya sih setelah itu ada beberapa hal yang ingin dibicarakan terakhir dengan situasi terkini, ya. Terutama apa yang bisa disumbangkan BRIN, bantuan, jadi solusi,” kata Arif.
Sementara itu, Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengungkapkan adanya sejumlah ilmuwan yang pernah meraih hadiah Nobel dan dijadwalkan hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Meski demikian, Brian mengaku belum mendapatkan informasi secara rinci mengenai identitas maupun latar belakang para ilmuwan yang akan hadir.
Ia menduga kehadiran para ilmuwan peraih Nobel tersebut berkaitan dengan kerja sama antara Indonesia dan Timor-Leste, terutama di sektor pendidikan, khususnya pendidikan tinggi.
“Ada tamu ya dari beberapa ilmuwan yang pernah mendapatkan hadiah Nobel. Tapi saya masih belum mendapat rinciannya. Sepertinya berbarengan juga dengan delegasi dari Timor-Leste,” kata Brian.
Brian menilai kehadiran para ilmuwan tersebut dapat menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mendorong peningkatan kualitas riset nasional.
Menurutnya, para peraih Nobel telah membuktikan kemampuan dan kontribusinya hingga mampu mencapai pencapaian tertinggi dalam dunia ilmu pengetahuan.
“Dan juga mungkin dengan peraih Nobel tentunya kan kita sangat ingin kualitas riset kita naik. Tentu para peraih Nobel ini kan mereka-mereka yang sudah menunjukkan diri, membuktikan mereka bisa mencapai prestasi tertinggi dalam dunia ilmu pengetahuan,” ujar Brian.
Ia berharap Indonesia dapat mengambil pelajaran dari pengalaman, perjalanan, dan pencapaian para ilmuwan tersebut.
Dengan demikian, pengalaman mereka diharapkan mampu memberikan inspirasi sekaligus mendorong peningkatan kualitas penelitian dan pendidikan tinggi nasional.
Pertemuan Prabowo dan Presiden Timor-Leste juga menjadi perhatian karena melibatkan Mendiktisaintek serta Kepala BRIN. Kehadiran kedua pejabat tersebut membuka peluang pembahasan mengenai pengembangan pendidikan, riset, inovasi, serta kerja sama Indonesia dan Timor-Leste di bidang ilmu pengetahuan.
(cing/rom)


