TANGERANG, ifakta.co – Proyek betonisasi yang berlokasi di Kampung Kulung Baya, Desa Sidoko, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, yang diduga bersumber dari aspirasi Fraksi PKS DPRD Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis sehingga memunculkan dugaan pengurangan volume pekerjaan yang berpotensi merugikan keuangan daerah.

Berdasarkan hasil investigasi ifakta.co di lokasi, Minggu (26/7/2026), ditemukan sejumlah kejanggalan. Di antaranya tidak terpasangnya papan informasi proyek sebagai bentuk keterbukaan informasi publik. Selain itu, kondisi beton yang baru selesai dikerjakan telah mengalami keretakan di sejumlah titik.

Temuan lainnya menunjukkan ketebalan beton diduga bervariasi dan tidak seragam. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya pengurangan volume kubikasi beton yang dapat memengaruhi mutu, kualitas, serta umur konstruksi jalan.

Iklan

Dari hasil penelusuran, proyek tersebut diketahui merupakan kegiatan yang bersumber dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) atau aspirasi anggota DPRD Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, Iyan Mulyana.

Kepala Desa Sidoko, H. Subarta Aji Wijaya, membenarkan bahwa pihak pelaksana telah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa sebelum pekerjaan dimulai.

“Pelaksana sudah datang ke desa dan berkomunikasi langsung. Mereka menjelaskan bahwa kegiatan betonisasi tersebut merupakan aspirasi dari Fraksi PKS, Bapak Iyan Mulyana,” ujar H. Subarta kepada ifakta.co.

Sementara itu, Rian, yang mengaku sebagai perencana lapangan dari DBMSDA Kabupaten Tangerang, membenarkan adanya kegiatan betonisasi tersebut. Namun, ia menyatakan tidak memiliki kewenangan terkait pelaksanaan pekerjaan.

“Terkait pelaksanaan kegiatan bukan kewenangan saya, Pak. Saya hanya sebagai perencana di lapangan,” katanya.

Di sisi lain, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi PKS, Iyan Mulyana, saat dikonfirmasi mengenai dugaan berbagai kejanggalan dalam pelaksanaan proyek tersebut, membenarkan bahwa kegiatan tersebut merupakan aspirasi yang diusulkannya.

“Betul kegiatan itu ada. Nanti akan kami jelaskan, saat ini kami sedang ada urusan partai. Minggu ini akan kami sampaikan penjelasannya,” ujar Iyan.

Seorang warga Kampung Kulung Baya, Mulyadi (22), mengaku kecewa dengan hasil pekerjaan tersebut. Menurutnya, kondisi beton sudah retak padahal proyek baru selesai dikerjakan.

“Belum lama selesai dikerjakan sudah retak. Kami khawatir kualitas pekerjaannya kurang baik sehingga tidak akan bertahan lama,” ungkapnya.

Atas temuan tersebut, masyarakat meminta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang segera melakukan pemeriksaan teknis, termasuk mengukur ulang ketebalan dan volume kubikasi beton di lapangan. Apabila ditemukan ketidaksesuaian dengan spesifikasi dalam kontrak, aparat pengawas maupun aparat penegak hukum diminta melakukan pendalaman guna memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam penggunaan anggaran negara.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana atau kontraktor pekerjaan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengurangan volume, keretakan beton, serta tidak dipasangnya papan informasi proyek.

(sib/lex)

Iklan