JAKARTA, ifakta.co – Di balik sengitnya persaingan galatama ikan mas, tersimpan cerita yang terus hidup dari mulut ke mulut. Bukan hanya soal racikan umpan atau kualitas essen, tetapi juga keyakinan yang sulit dijelaskan dengan logika.
Di kalangan sebagian pemancing, terutama pada lomba bertiket besar atau yang dikenal sebagai tiket sultan, beredar berbagai cerita mengenai unsur mistik. Mulai dari joran yang disebut harus “diurut”, umpan yang dipercaya memiliki tuah tertentu, hingga ritual sederhana sebelum perlombaan dimulai.
Iklan
Benar atau tidaknya cerita tersebut, hingga kini tidak pernah dapat dibuktikan secara ilmiah. Namun, kisah-kisah itu tetap menjadi bagian dari warna kehidupan komunitas galatama dan terus diwariskan dari satu generasi pemancing ke generasi berikutnya.
Bagi sebagian penghobi, ritual itu hanyalah bentuk ikhtiar batin untuk menambah rasa percaya diri. Sementara yang lain menganggap kemenangan di kolam tetap ditentukan oleh kemampuan membaca karakter air, memilih racikan umpan, mengatur teknik memancing, serta sedikit keberuntungan.
Menariknya, di tengah berkembangnya teknologi umpan, essen, hingga peralatan memancing modern, cerita-cerita bernuansa mistik belum benar-benar hilang. Justru, kisah tersebut menjadi bahan obrolan yang menghangatkan suasana di pinggir kolam, terutama menjelang dimulainya lomba.
Pada akhirnya, galatama ikan mas bukan hanya tentang siapa yang paling banyak mengangkat ikan. Di dalamnya ada persaudaraan, persaingan, strategi, bahkan cerita-cerita yang menjadi bagian dari folklore komunitas pemancing. Terlepas dari benar atau tidaknya, kisah-kisah itu memperkaya budaya galatama yang telah tumbuh menjadi gaya hidup bagi banyak penghobi di Indonesia.
(Jojo)
