CIALACAP, ifakta.co – Sebanyak lima siswa dari SMP dan SMA Islam Al Azhar Cilacap membawa nama Indonesia ke ajang internasional. Mereka akan mengikuti The 5th International Youth Conference yang berlangsung di Seongnam, Korea Selatan, pada 18–25 Juli 2026.

Keikutsertaan tersebut menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Cilacap. Sebab, penyelenggara memberikan undangan langsung kepada Al Azhar Cilacap untuk mengirimkan delegasi Indonesia dalam forum pemuda tingkat dunia tersebut.

Delegasi Al Azhar terdiri atas satu siswa jenjang SMP dan empat siswa jenjang SMA. Selama kegiatan berlangsung, mereka akan berdiskusi dan berkolaborasi dengan peserta dari enam negara lain, yakni Korea Selatan, China, Hong Kong, Jepang, Amerika Serikat, dan Polandia.

Iklan

Forum internasional itu mempertemukan pelajar berusia 13 hingga 21 tahun. Selain memperluas wawasan global, kegiatan tersebut juga mendorong generasi muda agar mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan dunia melalui diskusi dan presentasi.

Koordinator Bahasa dan Hubungan Luar Negeri Al Azhar Cilacap, Septriwi Antarsari, menjelaskan bahwa setiap peserta akan membahas isu-isu global sesuai tema konferensi tahun ini, yaitu “Global Zalpha Life Cultural Diversity and Youth.”

Menurutnya, konferensi tersebut tidak hanya melatih kemampuan berpikir kritis. Lebih dari itu, peserta juga belajar membangun komunikasi lintas budaya, memperkuat kepemimpinan, serta meningkatkan kemampuan bekerja sama dengan pelajar dari berbagai negara.

“Melalui kegiatan ini, para siswa belajar menjadi calon pemimpin masa depan. Selain itu, mereka juga belajar menghargai perbedaan bahasa, budaya, agama, hingga kebiasaan masyarakat dari berbagai belahan dunia,” ujarnya.

Septriwi menilai pengalaman tersebut akan menjadi bekal penting bagi peserta saat menghadapi tantangan global pada masa mendatang. Karena itu, sekolah terus mendorong siswa untuk aktif mengikuti kegiatan internasional yang mampu memperluas wawasan sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.

Bekal Pengalaman Global dan Mimpi Menembus Perguruan Tinggi Internasional

Sebelum bertolak ke Korea Selatan, rombongan Al Azhar Cilacap bertemu dengan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Annisa Fabriana, di ruang kerjanya pada Kamis (16/7).

Dalam pertemuan itu, Annisa menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para siswa yang mendapat kesempatan mewakili Indonesia pada forum internasional tersebut.

Ia berharap seluruh delegasi mampu menjaga nama baik bangsa sekaligus memperkenalkan Kabupaten Cilacap kepada peserta dari berbagai negara.

Annisa juga membuka peluang kerja sama pendidikan apabila peserta dari luar negeri tertarik mengikuti program pembelajaran singkat di Kabupaten Cilacap.

“Apabila nantinya ada peserta dari negara lain yang ingin mengikuti program short course, Kabupaten Cilacap terbuka dan siap memberikan dukungan,” katanya.

Sementara itu, salah satu delegasi Indonesia, Ramadhan Jibril Laksana, mengaku antusias mengikuti konferensi tersebut. Baginya, kesempatan tampil di Korea Selatan menjadi langkah nyata untuk mewujudkan cita-citanya melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Ramadhan memiliki impian kuliah di Seoul National University dengan mengambil program studi kedokteran. Keinginan itu tumbuh karena ibunya dan sang tante pernah menempuh pendidikan di Korea Selatan.

Pengalaman keluarga tersebut membuatnya semakin bersemangat mempersiapkan diri sejak dini. Saat ini, ia terus memperdalam kemampuan berbahasa Korea agar lebih siap menghadapi pendidikan internasional.

“Saya terus belajar bahasa Korea. Sekarang saya juga sudah mulai memahami Hangeul atau aksara Korea,” ujarnya.

Selain meningkatkan kemampuan bahasa, Ramadhan memanfaatkan konferensi ini untuk memperluas jaringan pertemanan dengan pelajar dari berbagai negara. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menambah wawasan sekaligus memperkuat kemampuan komunikasi lintas budaya.

Partisipasi lima siswa Al Azhar Cilacap dalam The 5th International Youth Conference menunjukkan bahwa pelajar Indonesia memiliki peluang besar bersaing di tingkat global.

Melalui forum tersebut, mereka tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga memperkenalkan Indonesia sebagai bangsa yang kaya budaya, terbuka terhadap kolaborasi, serta memiliki generasi muda yang siap berkontribusi bagi dunia.

(naf//lex)

Iklan