JAKARTA, Ifakata.co – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tancap gas mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana di Provinsi Aceh. Lewat aksi nyata di lapangan, Kementerian PU tengah mengebut penanganan permanen pada puluhan ruas jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi konektivitas warga, guna menjamin mobilitas serta mendongkrak kembali roda perekonomian daerah.
Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Kementerian PU saat ini menggeber perbaikan permanen di 20 lokasi strategis sepanjang koridor Lintas Barat dan Lintas Timur Aceh. Proyek raksasa ini mencakup 15 ruas jalan dan lima jembatan, di mana pada beberapa titik rawan, tim di lapangan melakukan penanganan berlapis demi menyesuaikan kondisi geografis.
Tidak hanya itu, Lintas Tengah Aceh juga menjadi fokus utama. Kementerian PU mengamankan 16 lokasi penting lewat paket komplet: mulai dari rehabilitasi jalan, rekonstruksi jembatan, penguatan lereng, perlindungan tebing sungai, hingga pembangunan struktur pendukung lainnya.
Iklan
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa seluruh proses pemulihan berjalan di jalur yang tepat (on track) dengan progres yang sangat positif.
“Saat ini jalan nasional sudah kembali fungsional 100%. Sekarang, kami fokus mempercepat penanganan permanen padajembatan-jembatan daerah yang sebelumnya masih bersifat darurat (temporer). Kami ingin konektivitas Aceh pulih total. Koordinasi ketat dengan Pemda dan kementerian lain terus kami lakukan agar rekonstruksi ini berjalan cepat dan terintegrasi,” ujar Menteri Dody.

Kementerian PU membagi fokus penanganan ke dalam tiga koridor utama demi efektivitas kerja :
1. Koridor Lintas Timur (17 Lokasi: 13 Jalan Nasional & 4 Jembatan)
Tim lapangan bergerak masif memperbaiki jalur padat ini, meliputi:
- Beureunuen – Bts. Pidie Jaya/Pidie
- Bts. Pidie Jaya/Pidie – Meureudu
- Meureudu – Bts. Pidie Jaya/Bireuen
- Bts. Pidie Jaya/Bireuen – Kota Bireuen
- Peureulak – Bts. Kota Langsa/Aceh Timur
- Bts. Kota Langsa/Aceh Timur – Kota Langsa
- Bts. Kota Langsa/Aceh Tamiang – Kota Kuala Simpang
- Jl. Ir. Juanda, Jl. Cut Nyak Dhien, Jl. Iskandar Muda, Jl. Mayjen Sutoyo, dan Jl. Ade Irma Suryani (Kuala Simpang)
- Kota Kuala Simpang – Bts. Provinsi Sumut
- Jembatan: Krueng Meureudu, Krueng Tingkeum, Pante Lhong, dan Ulee Langa.
2. Koridor Lintas Barat (3 Lokasi Strategis)
Fokus penanganan diarahkan pada penguatan akses esensial:
- Ruas Jalan Genting Gerbang – Celala – Bts. Aceh Tengah/Nagan Raya
- Bts. Aceh Tengah/Nagan Raya – Lhokseumot – Jeuram
- Jembatan Krueng Beutong
3. Koridor Lintas Tengah (16 Lokasi Mitigasi Risiko)
Tersebar di wilayah Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, hingga Bener Meriah. Selain memoles badan jalan dan jembatan, Kementerian PU menyuntikkan penguatan ekstra pada lereng dan tebing sungai untuk meminimalkan risiko bencana susulan di masa depan.
Jembatan Lawe Mengkudu I Siap Rampung Akhir Juli
Salah satu bukti nyata percepatan ini terlihat pada proyek Jembatan Lawe Mengkudu I di Lintas Tengah Aceh. Per 28 Juni 2026, progres fisik jembatan ini sudah menyentuh angka 83,72 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 31 Juli 2026.
Dalam penanganan permanen ini, Kementerian PU membongkar total struktur jembatan lama yang rusak akibat bencana dan menggantinya dengan jembatan baru yang jauh lebih kokoh, modern, dan aman bagi pengendara yang melintas. (PU608)
(fa/fza)



