JAKARTA, ifakta.co – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi pada perdagangan siang ini setelah pasar merespons pengumuman dari MSCI. Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip via RTI Business, IHSG anjlok 0,73% atau terpukul 45 poin menjadi 6.127,32 pada sesi I Jumat (19/6/2026).

Tekanan menyebar ke mayoritas sektor saham. Sektor kesehatan mengalami penurunan terdalam sebesar 2,43%, diikuti sektor properti dan real estate turun 1,78%. Sektor perindustrian melemah 1,37%, barang baku minus 1,03%, keuangan minus 0,99%, teknologi minus 0,67%, dan energi turun 0,44%.

Perdagangan di sesi pertama berlangsung aktif. Total volume perdagangan mencapai 13,85 miliar saham dengan nilai transaksi senilai Rp8,24 triliun. Frekuensi transaksi tercatat 1,02 juta kali, menunjukkan likuiditas pasar masih tinggi meski mayoritas saham melemah.

Iklan

Rasio penguatan dan pelemahan menunjukkan sentimen negatif. Sebanyak 355 saham turun, sementara 297 saham menguat dan 152 saham stagnan. Di jajaran LQ45, saham-saham yang tercatat paling merugi antara lain PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang anjlok 6,5% ke Rp2.600 per saham, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) turun 5,5% ke Rp376 per saham, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melemah 5,2% ke Rp3.790 per saham.

Di sisi penguat LQ45, top gainers dipimpin PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang naik 5,9% ke Rp3.030 per saham. Disusul PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang menguat 2,5% menjadi Rp1.235, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang naik 1,6% ke Rp6.175 per saham.

Analis pasar mengatakan reaksi pasar hari ini mencerminkan penyesuaian dana asing terhadap perubahan indeks global yang diumumkan MSCI. Pengaruh tersebut lebih terasa pada saham-saham berkapitalisasi besar dan sektor-sektor yang sensitif terhadap aliran modal.

Pasar akan memantau lanjutan pengumuman global dan data domestik untuk menentukan arah pada sesi berikutnya. Investor disarankan memperhatikan likuiditas dan tekanan sektor ketika merencanakan transaksi lanjutan.

(den/jo)

Iklan