JAKARTA, ifakta.co – Massa aksi mencoba menerobos barikade yang dipasang polisi di sekitar Dukuh Atas, Jakarta Pusat.
Menurut pantauan, aparat gabungan TNI-Polri menghalau massa yang mayoritas mahasiswa sejak pukul 14.30 WIB.
Di lokasi, selain massa berpakaian almamater, terlihat pula kelompok pengunjuk rasa yang tidak mengenakan almamater.
Selain itu, aparat tidak mengizinkan massa melakukan aksi demonstrasi di Bundaran HI sehingga terjadi penolakan di titik perbatasan tersebut.
Aksi dorong-dorongan beberapa kali terjadi antara massa dan aparat. Beberapa kali aparat memukul mundur massa yang mencoba menerobos barikade.
Iklan
Selain dorongan, aksi lempar botol air mineral juga beberapa kali berlangsung saat ketegangan meningkat.
Salah satu kelompok yang terlibat dalam aksi hari ini adalah BEM UI. Selanjutnya, massa menyampaikan lima tuntutan dalam aksi tersebut.
Pertama, meminta pemerintah menghentikan pemborosan APBN.
Kedua, menuntut penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM.
Ketiga, meminta penghentian program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Keempat, menuntut penghentian militerisme sipil.
Kelima dan terakhir, massa meminta Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.
Aksi hari ini memicu ketegangan di sekitar Dukuh Atas, sehingga aparat terus mengendalikan situasi agar kerumunan tidak meluas ke Bundaran HI.
Pihak keamanan tetap menjaga barikade untuk mencegah terjadinya pelanggaran terhadap lokasi yang dilarang berunjuk rasa.
(cin/my)


