JAKARTA, ifakta.co – Peringatan Hari Laut Sedunia menjadi pengingat bahwa keberlanjutan ekosistem laut bergantung pada kepedulian seluruh masyarakat. Tidak hanya pemerintah, dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kekayaan laut agar tetap lestari dan mampu menopang kehidupan di masa depan.
Akademisi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Prof. Dr. Ir. Isdy Sulistyo, DEA., menilai penguatan literasi lingkungan menjadi langkah paling mendasar untuk membangun kesadaran tersebut.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan informasi yang benar agar mampu memahami fungsi laut sekaligus menjaga keberlanjutannya.
Iklan
Ia menjelaskan bahwa laut memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Selain menghasilkan oksigen, laut juga menjadi sumber mata pencaharian jutaan masyarakat, penyedia sumber daya alam, hingga jalur transportasi yang menghubungkan berbagai wilayah.
Namun, manfaat tersebut dapat berkurang apabila masyarakat tidak memiliki pemahaman yang memadai mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut.
“Kaitannya dengan pendidikan, semua lapisan generasi ini harusnya mendapatkan informasi yang benar tentang laut. Informasi itu perlu dimanfaatkan agar semua lapisan paham,” ujarnya, dikutip dari RRI, (8/6).
Pencemaran Laut Ancam Kehidupan Nelayan
Selain menyoroti pentingnya edukasi, Isdy juga mengingatkan dampak serius yang dapat muncul apabila pencemaran laut terus berlangsung tanpa penanganan yang optimal.
Menurutnya, polusi di kawasan pesisir selatan Pulau Jawa berpotensi mengubah habitat ikan sehingga biota laut bergerak ke wilayah yang lebih jauh dari pantai. Kondisi tersebut tentu akan menyulitkan nelayan tradisional yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas penangkapan ikan di perairan sekitar pesisir.
Tidak hanya itu, pencemaran yang terus terjadi juga dapat memengaruhi kualitas lingkungan pantai hingga aliran sungai yang bermuara ke laut. Karena itu, upaya menjaga kebersihan laut harus kita mulaidari daratan dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Isdy menilai perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui literasi yang kuat, masyarakat dapat memahami hubungan antara aktivitas sehari-hari dengan kondisi ekosistem laut.
Menurutnya, laut juga memiliki fungsi penting sebagai buffer atau penyangga alami yang membantu menyerap dampak perubahan iklim global. Oleh sebab itu, menjaga laut berarti menjaga keseimbangan lingkungan secara menyeluruh.
“Generasi muda sekarang tentu akan berbeda dengan generasi muda 20 tahun ke depan. Tapi secara prinsip tetap sama, mereka harus memahami apa peran laut bagi kehidupan kita sekarang maupun 20 hingga 30 tahun yang akan datang,” ucapnya.
Edukasi dan Kolaborasi Jadi Kunci Pelestarian Laut
Sebagai bentuk kontribusi nyata, Unsoed terus mengembangkan berbagai program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada edukasi lingkungan.
Program tersebut meliputi aksi bersih pantai, penyuluhan kepada masyarakat pesisir, hingga berbagai kegiatan stimulan yang berlangsung secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, perguruan tinggi ingin membangun kesadaran bahwa menjaga laut bukan sekadar kegiatan sesaat, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama.
Isdy juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi menjadi modal utama untuk mengatasi persoalan lingkungan yang semakin kompleks.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar sampah laut justru berasal dari limbah domestik yang dibuang sembarangan ke sungai. Akibatnya, sampah tersebut terbawa arus hingga akhirnya mencemari kawasan pesisir dan laut.
Karena itu, upaya pelestarian tidak cukup dilakukan di wilayah pantai saja. Sebaliknya, masyarakat di kawasan hulu hingga muara sungai juga harus ikut menjaga lingkungan agar pencemaran dapat ditekan sejak sumbernya.
“Ini artinya, mulai dari hulu sampai ke muara, banyak masyarakat yang harus terlibat. Pemerintah daerah juga harus aktif memberikan penyuluhan, termasuk membuat pendampingan kepada para pengusaha agar pelestarian laut ini dapat berjalan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui penguatan literasi lingkungan dan kolaborasi lintas sektor, Isdy berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga laut sebagai sumber kehidupan. Dengan kesadaran tersebut, generasi sekarang dapat mewariskan ekosistem laut yang sehat dan produktif kepada generasi yang akan datang.
(naf/lex)



