JAKARTA, ifakta.co – Transformasi digital yang berlangsung di berbagai sektor turut mengubah cara masyarakat mengelola keuangan. Kini, pembayaran non-tunai, investasi digital, hingga layanan perbankan melalui aplikasi menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.

Kondisi tersebut sekaligus mendorong meningkatnya ketertarikan generasi muda terhadap industri financial technology atau fintech.

Tidak hanya sebagai pengguna, banyak anak muda kini mulai melihat fintech sebagai bidang karier yang menjanjikan. Selain menawarkan peluang kerja yang luas, sektor ini juga terus membutuhkan talenta dengan kemampuan yang sesuai perkembangan teknologi.

Iklan

Seiring pertumbuhan industri keuangan digital, minat calon mahasiswa terhadap program studi yang berkaitan dengan fintech pun terus meningkat. Namun, untuk membangun karier di sektor ini, mahasiswa tidak cukup hanya memahami dunia keuangan. Mereka juga perlu menguasai berbagai keterampilan teknologi yang menjadi fondasi utama industri fintech modern.

Kepala Kampus Cyber University (Universitas Siber Indonesia), Ibnu Alfaroby, menjelaskan bahwa fintech merupakan perpaduan antara teknologi informasi dan sistem keuangan yang terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat digital.

“Fintech bukan sekadar tentang transaksi digital atau aplikasi pembayaran. Di dalamnya ada kombinasi ilmu teknologi, keuangan, analisis data, hingga keamanan siber yang harus dipahami secara menyeluruh,” kata Ibnu, dikuti dari Republika.

Mahasiswa Perlu Menguasai Beragam Kompetensi

Menurut Ibnu, mahasiswa yang ingin berkarier di sektor fintech harus mempersiapkan diri sejak dini. Sebab, industri ini membutuhkan tenaga kerja yang mampu memahami berbagai aspek teknologi dan keuangan secara bersamaan.

Karena itu, penguasaan kemampuan teknis menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja. Selain memahami sistem keuangan, mahasiswa juga perlu mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri digital saat ini.

“Mahasiswa perlu memahami dasar pemrograman, sistem keuangan dan perbankan, data analytics, cyber security, hingga penerapan artificial intelligence dalam layanan keuangan. Semua kompetensi itu saling terhubung dalam ekosistem fintech modern,” ujarnya.

Dalam proses pembelajaran, mahasiswa fintech biasanya mempelajari berbagai bahasa pemrograman, termasuk Python dan Java. Selain itu, mereka juga mendalami pengelolaan data dalam jumlah besar atau big data, memahami sistem transaksi digital, serta mempelajari perlindungan data dan keamanan informasi.

Di sisi lain, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence juga semakin memperluas ruang lingkup industri fintech. Saat ini, banyak perusahaan memanfaatkan teknologi tersebut untuk analisis kredit, deteksi penipuan, hingga layanan pelanggan berbasis chatbot.

Gaya Hidup Digital Dorong Ketertarikan Gen Z

Tingginya minat generasi muda terhadap fintech tidak muncul tanpa alasan. Perubahan gaya hidup digital membuat mereka semakin akrab dengan berbagai layanan keuangan berbasis teknologi.

Saat ini, banyak anak muda menggunakan dompet digital untuk bertransaksi. Selain itu, mereka juga aktif berbelanja secara daring, berinvestasi melalui aplikasi digital, dan mengakses berbagai konten edukasi keuangan di media sosial.

Iklan