JAKARTA, Ifakta.co – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus Hanta atau hantavirus yang diketahui dapat menimbulkan gangguan serius pada sistem pernapasan maupun ginjal.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah saat ini terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan berbagai pihak internasional, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), guna memperkuat langkah deteksi dini dan penanganan virus tersebut.
Iklan
“Waspadai penyebarannya. Kita telah berkoordinasi dengan WHO untuk kita minta guidance dan screening-nya, agar lebih mudah mendeteksi virus yang tergolong berbahaya ini,” ujar Budi Gunadi Sadikin kepada wartawan, Jumat (8/5).
Hantavirus merupakan kelompok virus yang ditularkan melalui tikus dan hewan pengerat lainnya. Penularan dapat terjadi ketika manusia menghirup partikel udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran hewan pembawa virus.
Secara medis, hantavirus diketahui dapat menyebabkan dua jenis penyakit serius, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru, serta Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang berdampak pada pembuluh darah dan fungsi ginjal.
Gejala awal infeksi umumnya meliputi demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, hingga gangguan pernapasan. Dalam kondisi berat, penderita dapat mengalami sesak napas akut dan penurunan fungsi organ vital.
Kemenkes mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama area yang berpotensi menjadi sarang tikus. Warga juga diminta menggunakan alat pelindung saat membersihkan gudang, loteng, atau tempat tertutup yang rawan terkontaminasi kotoran hewan pengerat.
Selain itu, pemerintah menekankan pentingnya deteksi dini terhadap kasus yang memiliki gejala serupa guna mencegah penyebaran lebih luas. Langkah koordinasi dengan WHO dilakukan untuk memperkuat sistem screening dan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi potensi peningkatan kasus.
Kemenkes memastikan akan terus memberikan perkembangan informasi kepada masyarakat terkait situasi dan langkah mitigasi penyebaran hantavirus di Indonesia.
(fa/fza)




