JAKARTA, ifakta.co – Indonesia sambut baik kabar Iran yang buka kembali Selat Hormuz untuk kapal komersial dunia. Langkah ini redakan ketegangan geopolitik dan jaga stabilitas pasokan energi global.
Juru bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, soroti manfaat pembukaan jalur strategis ini. Ia tegaskan dampaknya luas, tak hanya global tapi juga perkuat ketahanan energi Indonesia.
“Pembukaan Selat Hormuz beri kepastian jalur distribusi energi yang sempat terganggu geopolitik,” tegas Anggia di Jakarta melalui siaran pers, Senin (20/4).
Iklan
Pemerintah sejak dini antisipasi skenario buruk lewat stok cadangan dan diversifikasi sumber energi.
Kini, tekanan rantai pasok mereda. Harga minyak dunia pun ikut turun stabil. Ketahanan energi nasional tetap terjaga optimal selama periode krisis kemarin.
Pengumuman Resmi dari Iran
Iran umumkan akses bebas Selat Hormuz untuk semua kapal komersial. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi konfirmasi langkah ini sejalan gencatan senjata Lebanon.
“Jalur pelayaran melalui Selat Hormuz kini terbuka penuh,” ujarnya.
Pasar global langsung respons: harga minyak anjlok signifikan karena kekhawatiran pasokan hilang.
Selat Hormuz jadi arteri utama minyak dan gas dunia. Gangguan di sini selalu picu gejolak harga energi internasional.
Kementerian ESDM kejar kelancaran dua kapal Pertamina yang tertahan di kawasan itu. Pemerintah dorong negosiasi intensif dengan Iran.
“Sinyal positif sudah muncul dari Teheran. Kami harap pelayaran normal seiring buka jalur ini,” lanjut Anggia. Koordinasi pemangku kepentingan pastikan distribusi energi domestik lancar.
Pemerintah pantau ketat situasi global. Langkah responsif ambil guna stabilkan pasokan dan harga energi dalam negeri.
Dengan Hormuz terbuka, Indonesia optimis pasokan energi aman. Ketahanan nasional kian kuat hadapi dinamika dunia.
(fa/fza)



