JAKARTA, ifakta.co – Situs resmi mypertamina.id mengumumkan penyesuaian harga ini secara tegas. Ketegangan perang AS-Israel melawan Iran mendorong lonjakan biaya impor minyak, sehingga Pertamina bertindak cepat untuk menjaga kestabilan pasokan.

Kenaikan paling mencolok tampak pada Pertamax Turbo. Harga melambung dari Rp13.100 per liter sejak 1 Maret menjadi Rp19.400 per liter sekarang. Pengemudi mobil performa tinggi langsung merasakan beban tambahan ini.

Dexlite mengalami nasib serupa. Harga naik drastis dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, memengaruhi pengguna truk dan alat berat. Pertamina Dex pun melonjak dari Rp14.500 ke Rp23.900 per liter, menambah tekanan pada sektor logistik.

Iklan

Penyesuaian ini menunjukkan respons cepat terhadap fluktuasi geopolitik global.

Pertamina bijak mempertahankan harga BBM subsidi tanpa sentuhan. Pertalite stabil di Rp10.000 per liter, melindungi kendaraan roda dua dan empat kelas menengah bawah. Solar juga tak berubah, tetap Rp6.800 per liter untuk mendukung petani dan transporter.

Pertamax lolos dari kenaikan, bertahan di Rp12.300 per liter. Strategi ini memastikan akses energi terjangkau di tengah badai harga dunia.

(faz/fza)