JAKARTA, ifakta.co – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas terus memperkuat program pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya, rutan menggelar panen hasil pertanian yang dikelola langsung oleh WBP program asimilasi di lingkungan rutan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian rutin. Selain itu, rutan merancang program ini untuk membekali WBP dengan keterampilan praktis di bidang pertanian. Tidak hanya itu, program ini juga menumbuhkan etos kerja, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab sebagai bekal setelah bebas.
Pada panen kali ini, WBP berhasil menghasilkan sejumlah komoditas hortikultura. Mereka memanen tomat sebanyak 3 kilogram, kemangi 13 ikat, serta kangkung 25 ikat. Hasil tersebut menunjukkan proses pengelolaan lahan yang terencana dan konsisten, mulai dari penanaman hingga perawatan.
Iklan
Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Banyumas, Sigit Purwanto, menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan keberhasilan pembinaan yang berjalan selama ini. Menurutnya, pembinaan kemandirian memegang peran penting dalam sistem pemasyarakatan modern.
“Kegiatan panen ini menjadi bukti bahwa WBP mampu diberdayakan secara positif melalui pembinaan yang tepat dan berkelanjutan. Selain menumbuhkan keterampilan dalam bidang pertanian, kegiatan ini juga membangun karakter, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab yang tinggi bagi WBP,” ujar Sigit, seperti dilaporkan RRI, Jumat (17/4).
Selain itu, ia menambahkan bahwa keberhasilan panen tidak lepas dari kerja sama antara petugas dan WBP. Dengan pendampingan yang intensif, WBP mampu menjaga kualitas dan konsistensi hasil pertanian. Oleh karena itu, rutan terus mendorong WBP untuk tetap aktif dan produktif selama menjalani masa pidana.
WBP Rasakan Manfaat Nyata Program Pembinaan
Sementara itu, salah satu WBP program asimilasi berinisial S (32) mengaku merasakan manfaat besar dari kegiatan tersebut. Ia menilai program ini tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri.
“Saya merasa sangat bersyukur bisa ikut dalam kegiatan ini. Selain menambah keterampilan, saya juga merasa lebih percaya diri karena bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Kegiatan ini membuat saya lebih semangat menjalani hari dan mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah bebas nanti,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjadikan pembinaan kemandirian sebagai prioritas. Ia menyebutkan bahwa hasil panen tidak hanya menjadi simbol keberhasilan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi WBP.
“Hasil penjualan dari panen ini akan kami berikan dalam bentuk premi kepada WBP yang terlibat, dan akan langsung masuk ke rekening BRIZI masing-masing. Ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras mereka, sekaligus menjadi motivasi agar WBP terus aktif dan produktif dalam mengikuti program pembinaan,” jelas Anggi.
Di sisi lain, rutan juga terus mengembangkan berbagai inovasi pembinaan. Program tersebut mencakup penguatan aspek kemandirian dan kepribadian secara seimbang. Dengan begitu, WBP tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mengalami perubahan positif.
Melalui kegiatan ini, Rutan Banyumas berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif dan humanis. Selain itu, program ini membuktikan bahwa pembinaan yang tepat mampu mendorong WBP untuk berkembang, berkarya, dan siap kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik.
(naf/kho)



