PURBALINGGA, ifakta.co – Polres Purbalingga bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menggelar pelatihan implementasi kecerdasan buatan (AI) bagi pelajar di Aula Tien Catering, Kamis (9/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari program AI Ready ASEAN.

Penyelenggara menghadirkan program ini di berbagai daerah di Jawa Tengah. Mereka juga menjalankan pelatihan serupa di 27 provinsi di seluruh Indonesia untuk memperluas literasi AI.

Di Kabupaten Purbalingga, panitia mengikutsertakan 150 pelajar dari 10 sekolah tingkat SMA/SMK/MA. Tim Mafindo menjadi pemateri utama, sementara trainer dari Polres Purbalingga turut mendampingi jalannya pelatihan.

Iklan

Kapolres Purbalingga, Anita Indah Setyaningrum, membuka kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa program AI Ready ASEAN bertujuan menyebarkan literasi AI kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Mafindo dengan Polda Jawa Tengah.

“Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pemahaman terhadap AI bagi masyarakat khususnya generasi muda atau para pelajar,” ucapnya.

Ia berharap para pelajar mampu memanfaatkan teknologi AI secara bijak dan bertanggung jawab. Ia juga menekankan pentingnya etika dalam penggunaan AI agar tidak disalahgunakan.

“Kami berharap para pelajar ini semangat dalam mengikuti pelatihan, silakan manfaatkan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya,” pesan Kapolres.

Salah satu peserta, Muhammad Fadhil Sambachtiar dari SMA Muhammadiyah 1 Purbalingga, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. Ia menilai pelatihan tersebut memberikan banyak manfaat bagi pelajar.

“Pelatihan ini sangat penting diberikan kepada pelajar. Karena AI sekarang ini sudah merajalela dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Fadhil juga menyebut sejumlah materi yang menarik selama pelatihan. Ia mengaku tertarik saat belajar membuat musik menggunakan AI serta membedakan video asli dengan video hasil rekayasa AI.

“Saya berharap pelatihan seperti ini bisa dilaksanakan lagi dengan materi yang lebih banyak lagi dengan waktu yang bisa lebih lama,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap para pelajar tidak hanya memahami teknologi AI, tetapi juga mampu menggunakannya secara positif dalam kehidupan sehari-hari.

(naf/kho)